DetikNews
Kamis 22 November 2018, 16:47 WIB

4 Penganiaya Polisi di Bekasi Masih Diburu

Isal Mawardi - detikNews
4 Penganiaya Polisi di Bekasi Masih Diburu Foto: Pelaku penyaniayaan polisi di Bekasi yang sudah ditangkap. (Dok Polres Metro Bekasi Kota)
Bekasi - Empat pelaku penganiayaan polisi di Bekasi telah ditangkap. Polisi mengatakan masih ada 4 pelaku lainnya yang masih diburu.

"Masih ada 4 orang lagi yang masih DPO, AN, DA, MI, dan AT," kata Kasubag Humas Polres Metro Bekasi, Kompol Erna Ruswing, melalui keterangannya, Kamis (22/11/2018).

Erna menjelaskan kasus ini bermula saat Ipda Kabul Priyono, Bripka Solichin, dan Bripda Arief Prabowo melaksanakan penyelidikan di Toko Obat Fairus 2 Jalan Bintara 11, RT 02/05, Kecamatan Bekasi Barat, Kamis (1/11) pukul 19.15 WIB. Penyelidikan itu karena adanya laporan masyarakat soal toko yang menjual obat-obatan tidak berstandar kefarmasian.


Setelah diselidiki, korban menemukan 39 butir eksimer dan 40 butir CTM di saku celana penjaga toko, RF. Kemudian, korban menggeledah toko dan menemukan Tramadol 2.000 butir, Heximer 6.000 butir, dan Trihexipenidil 100 butir.

Selang beberapa menit, orang-orang tak dikenal mendatangi korban. "Mereka minta KTA Polri dan cekcok dengan korban disertai pemukulan yang mengakibatkan korban luka-luka," ujar Erna.

Karena pengeroyokan itu, Ipda Kabul mengalami luka pada bibir atas, Bripka Solichin mengalami pendarahan pada hidung, dan Bripda Arief Prabowo mengalami luka memar pada telapak tangan.


Setelah kejadian tersebut, pelaku diketahui kabur ke Aceh. Tiga pelaku, RJ (23), RF (19), AS (28) ditangkap di Aceh pada Jumat (2/12).

Pelaku berinisial RJ (23) dan RF (19) merupakan warga Bireuen, Aceh. Sedangkan pelaku AS (28), warga Duren Sawit, Jakarta Timur.

Ketiganya ditangkap setelah satu pelaku berinisial DW lebih dulu ditangkap karena menganiaya polisi.

Pelaku dijerat Pasal 170 KUHP dengan ancaman hukuman 9 tahun penjara. Terkait pengedaran obat yang tidak memenuhi standar, RM dan RF dijerat Pasal 106 ayat 1 UU RI nomor 36 tahun 2009 dan Pasal 21 ayat 2 Peraturan Pemerintah nomor 51 tahun 2009 dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.
(idh/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed