DetikNews
Jumat 09 November 2018, 21:48 WIB

Rommy Ingatkan Mahasiswa Modus Baru Narkoba & Penyebaran Terorisme

Akfa Nasrulhak - detikNews
Rommy Ingatkan Mahasiswa Modus Baru Narkoba & Penyebaran Terorisme Foto: Dok PPP
Jakarta - Ketua Umum PPP M. Romahurmuziy menyampaikan kuliah umum di hadapan mahasiswa, pemimpin organisasi kepemudaan, hingga pimpinan DPRD di Gedung Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Kota Mamuju Sulawesi Barat. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan sejumlah tantangan yang dihadapi Indonesia saat ini.

"Banyak tantangan yang dihadapi Indonesia saat ini. Mulai disrupsi ekonomi, narkoba, merebaknya paham radikalismen, pornografi, korupsi, perubahan perilaku masyarakat karena pengaruh gadget dan lainnya," kata Rommy, dalam keterangan tertulis, Jumat (9/11/2018).


Rommy menyebut bahwa untuk menjadi bangsa yang unggul, Indonesia harus bisa menjawab tantangan ini. Semua elemen perlu berpartisipasi. Apalagi saat ini modus kejahatan di sejumlah bidang berkembang pesat.

"Di narkoba misalnya. Saat ini muncul cara baru dalam menikmati barang memabukkan yaitu dengan cara menghirup asap rebusan pembalut wanita. Cara ini mungkin tak pernah terpikiran sebelumnya," kata Rommy.

Jauh sebelumnya ada modus menggunakan lem untuk memberikan efek memabukkan bagi para penggunanya. Bahkan menurut Rommy, narkoba kini juga menyasar anak-anak dengan ditemukannya narkoba berbentuk permen.

Selain narkoba, paham radikalisme saat ini juga menyasar anak muda, khususnya di kalangan umat Islam. Ada sejumlah upaya dilakukan untuk membenturkan antar kelompok umat Islam dengan menggunakan tafsir alquran untuk membenarkan tindakan mereka. Bahkan saat ini ada upaya mengusung konsep khilafah di Indonesia dan tidak mau menerima konsep negara bangsa.


Kelompok yang mengusung paham khilafah itu ada HTI. Bahkan organisasi yang sudah dilarang pemerintah ini berusaha menyebarkan faham khilafah dan membujuk kelompok masyarakat untuk mendirikan khilafah.

"HTI sudah dilarang di 14 negara mayoritas Islam lainnya karena tidak menerima konsep negara bangsa. Padahal negara bangsa ini merupakan sunnatullah," pungkas Rommy.
(ega/mul)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed