DetikNews
Jumat 09 November 2018, 20:43 WIB

Tolong! Bayi Korban Gempa di Lombok Barat Kena Tumor Mata Ganas

Harry - detikNews
Tolong! Bayi Korban Gempa di Lombok Barat Kena Tumor Mata Ganas Foto: Bayi Alfa Hefandi sebelum kena tumor ganas (Harry-detik)
Mataram - Bayi Alfa Hefandi yang belum genap berusia 14 bulan itu hanya bisa menangis menahan rasa sakit ketika tumor ganas mulai menyerang mata sebelah kirinya. Orang tua bayi ini mengaku tumor mata ini menjangkit anaknya sejak tinggal di tenda pengungsian.

Alfa Hefandi, anak kedua dari pasangan Nasdi (28) dan Husma Eli (27), warga di Dusun Tebao Eat, Desa Peresak, Kecamatan Narmada, Lombok Barat ini tak bisa berbuat banyak ketika buah hatinya menangis di pangkuannya. Efan, begitu nama bocah ini akrab dipanggil. Dia tidur di sebuah berugaq atau gazebo darurat bersama kedua orang tuanya. Sejak kejadian bencana gempa bumi pada Agustus lalu, berugaq depan rumah kedua orang tuanya jadi tempat pengungsian darurat.

Rumah tempat tinggal Nasdi ikut hancur, terdampak gempa bumi 7,0 Skala Richter yang mengguncang Lombok 5 Agustus lalu.



"Ketika kami datang malam itu (8/11) adik Efan sedang menangis di pangkuan ibunya yang saat itu duduk di berugak," cerita Junaidin, anggota tim relawan Yayasan Endris, Jumat (9/11/2018).

Junaidin bersama tim relawan Yayasan Endris di Lombok Barat datang menemui orangtua Efan untuk membantu pengurusan kelengkapan administrasi pengobatannya.

Berkas administrasi pengobatan Efan sudah lengkap, mulai dari BPJS, KK dan KTP kedua orang tuanya. Menurut pengakuan Nasdi, sudah beberapa kali dibawa ke RSUD Provinsi NTB untuk diperiksa secara intensif.



Tolong! Bayi Korban Gempa di Lombok Barat Kena Tumor Mata GanasFoto: Bayi Alfa Hefandi terserang tumor di bagian mata (Harry-detik)


Dari Keterangan pihak medis Efan mengalami tumor ganas dan harus segera dilakukan tindakan operasi di Rumah Sakit Sanglah Bali atau di Rumah Sakit Dr Soetomo Surabaya.

Namun yang jadi permasalahannya adalah biaya transportasi, makan minum dan akomodasi selama menjalani proses operasi. Nasdi bekerja sebagai kuli bangunan. Sementara istrinya, Husna Eli hanya sebagai ibu rumah tangga biasa.

Nasdi menceritakan gejala awal anaknya hanya mengalami sakit bengkak dan berwarna kemerahan di matanya sejak tidur di tenda pengungsian. Nasdi pun mengira jika Efan disengat semut atau kalajengking.

Khawatir dengan dampak buruk bagi mata kiri anaknya, Nasdi pun membawa Efan berobat ke Pusat Kesehatan Mata yang kantornya ada di depan Pasar Cakranegara, Mataram.



Di sana Efan diberikan resep obat mata yang bisa dibeli di apotek. Namun, bukannya sembuh, obat tetes tersebut semakin membuat mata Efan tambah membengkak. Setelah dirujuk ke RSUP NTB barulah diketahui bahwa Efan terkena penyakit tumor ganas.

Faktor kemampuan ekonomi yang membuat Nasdi dan istri tidak berani melakukan tindakan operasi untuk Efan ke luar daerah. Saat sekarang ini keluarga Efan membutuhkan support untuk keperluan akomodasi dan biaya keberangkatan sampai dengan kebutuhan lainnya proses selama operasi.


(rvk/asp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed