DetikNews
Jumat 09 November 2018, 07:14 WIB

Tonton Blak blakan Yusril Ihza,  Dulu Prabowo Kini Jokowi 

Dwi Andayani - detikNews
Tonton Blak blakan Yusril Ihza,  Dulu Prabowo Kini Jokowi  Yusril Ihza Mahendra (Foto: Ari Saputra)
Jakarta -


Keputusan Prof Yusril Ihza Mahendra menjadi kuasa hukum pasangan calon presiden petahana Joko Widodo dan Ma'ruf Amin mengejutkan banyak pihak. Sebab pada pilpres 2014 dia adalah penasihat ahli pasangan Prabowo - Hatta Rajasa di Mahkamah Konstitusi. Bahkan hingga beberapa pekan lalu dia dan Partai Bulan Bintang (PBB) yang dipimpinnya masih terkesan punya hubungan dekat dengan Prabowo - Sandiaga dan partai-partai lain yang mendukungnya.



Tentang keputusannya itu Yusril mengaku dirinya bersikap dan bertindak profesional. Dari rekam jejaknya dia pernah menjadi kuasa hukum konflik Partai Golkar, dan Partai Persatuan Pembangunan. Sebagai kuasa hukum, kelak dia antara lain akan membantu Jokowi - Maruf untuk mengklarifikasi berbagai isu atau fitnah yang disampaikan pihak-pihak tertentu.

"Jadi, saya menjadi kuasa hukum ya Yusril sebagai lawyer, bukan sebagai ketua umum Partai Bulan Bintang. Partai sampai hari ini belum memutuskan mendukung pihak mana," kata Yusril kepada detikcom, Kamis (8/11/2018).

Ia mengungkapkan, pada 30 Agustus lalu Sandiaga Uno dan seorang pengurus Partai Gerindra pernah menemuinya untuk mengajak PBB mendukung Prabowo. Tapi karena hingga lebih dari sebulan kemudian format koalisinya tidak jelas dan draf aliansi yang disusun para ulama tak mendapat respons dari Prabowo, akhirnya Yusril bersedia menjadi kuasa hukum Jokowi - Maruf.

"Jadi, saya tidak pernah meninggalkan Prabowo-Sandi karena memang belum pernah ada kesepakatan, juga bukan berarti saya menjadi pendukung Jokowi-Ma'ruf. Saya bukan kampret, juga bukan cebong. Saya adalah profesional," kata Yusril menegaskan.

Toh begitu, keputusan itu tetap menuai kritik dari sejumlah pihak. Politikus PDIP, Eva Kusuma Sundari misalnya sempat meminta Yusril mundur sebagai pengacara Jokowi-KH Ma'ruf lantaran dia menjadi pembela HTI.


(erd/jat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed