DetikNews
Kamis 08 November 2018, 22:52 WIB

Koster Instruksikan Bupati Badung Tutup Toko 'Nakal' yang Coreng Bali

Aditya Mardiastuti - detikNews
Koster Instruksikan Bupati Badung Tutup Toko Nakal yang Coreng Bali Gubernur Bali I Wayan Koster (Aditya/detikcom)
Denpasar -

Gubernur Bali I Wayan Koster menginstruksikan seluruh toko yang melakukan praktik nakal dan mencoreng citra pariwisata Bali ditutup. Koster meminta instruksi langsung ditindaklanjuti mulai besok.

"Saya mengambil tindakan tegas menutup jenis usaha ini yang berdampak pada citra Bali secara keseluruhan. Hari ini saya mengeluarkan instruksi ke Bupati Badung agar menugaskan Satpol PP untuk menutup artshop atau toko usaha lainnya yang melakukan praktik tidak sehat," kata Koster seusai rapat gabungan di kantor Gubernur Bali, Jl Basuki Rahmat, Denpasar, Kamis (8/11/2018).

"Saya minta besok sudah ditutup. Tadi yang muncul (di rapat) case-nya di Badung," sambungnya.

Koster mengatakan rapat itu digelar untuk membahas soal praktik nakal yang dilakukan para pelaku usaha baik toko maupun agen travel di Bali. Dari hasil rapat, diketahui 4 dari 16 toko di Kabupaten Badung dipastikan tidak berizin.

"Salah satu isu yang dibahas, praktik tidak sehat yang dilakukan oleh para (pengusaha) wisata, dalam hal ini ada toko, ada artshop, ada agen travel, ada yang berizin, ada yang tidak berizin, tapi barang yang diusahakan berbeda. Jadi semuanya ini sekitar ada 16 yang usaha ada toko atau artshop. Semuanya di Kabupaten Badung. Berkenaan dengan ini memang tidak berizin ditemukan. Yang sudah pasti tidak ada izin ada 4, tapi saya minta telusuri lagi," tegasnya.

Koster menegaskan keempat toko tersebut harus ditutup. Dia sudah menginstruksikan secara lisan, dan segera menerbitkan surat tertulis.

"Sambil menunggu ini saya sudah secara lisan menyampaikan untuk langsung menutup toko atau artshop. Kalau tertulis itu kan performa saja, tapi tindakan ini kan sudah berdampak buruk pada citra pariwisata di Bali, yang tidak bisa kita biarkan karena ini tidak hanya merusak citra pariwisata Bali, tapi juga citra pariwisata buruk Indonesia keseluruhan. Hal-hal yang mengakibatkan citra buruk ini harus dihilangkan," ujarnya.

Koster tak khawatir jumlah turis yang datang ke Bali bakal menurun terkait penindakan ini. Dia tetap optimistis penindakan ini membawa dampak positif bagi kualitas turis yang berkunjung ke Bali.

"Nggak (takut ada penurunan) juga, nanti akan terseleksi dengan sendirinya, yang cinta Bali kan banyak. Kita berharap yang datang ke Bali ini orang yang tertib menjaga citra pariwisatanya. Menghargai kearifan lokal di Bali, tradisi, dan kebudayaan di Bali dan memang punya komitmen untuk secara bersama-sama memajukan Bali," terangnya.

Sebelumnya, kabar pariwisata Bali dijual murah itu diduga dilakukan para pengusaha asal China yang bekerja sama dengan agen travel ilegal.

Modusnya, para turis asal China ini diajak berbelanja ke toko-toko milik pengusaha asal China yang juga menjual produk-produk asal China tapi diklaim sebagai produk khas Bali atau Indonesia. Akibatnya, masyarakat Bali tak mendapat keuntungan sepeser pun.




(ams/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed