DetikNews
Kamis 08 November 2018, 20:16 WIB

Selesaikan 12 Ribu Aduan, Semarang Raih Pengelola Laporan Terbaik

Moch Prima Fauzi - detikNews
Selesaikan 12 Ribu Aduan, Semarang Raih Pengelola Laporan Terbaik Foto: Dok Pemkot Semarang
Jakarta - Pemerintah Kota Semarang mencatat 12.701 laporan masyarakat sepanjang 2017. Sebanyak 95,2% laporan atau 12.094 berhasil diselesaikan, sementara 2,81% lainnya dalam proses penyelesainnya. Sisanya, 1,96% tercatat sebagai laporan tidak sesuai dengan kondisi lapangan.

Atas pencapaian itu, Pemerintah Kota Semarang mendapatkan penghargaan Pengelola Laporan Terbaik dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB).


Penghargaan diberikan langsung oleh Menteri Pan-RB, Syafruddin kepada Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi yang diwakili oleh Kepala Diskominfo Kota Semarang, Nana Storada di Jakarta Convention Center.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan penghargaan itu merupakan bukti komitmen dalam menindaklanjuti laporan masyarakat. Ia mengatakan pihaknya turut mempersingkat waktu penanganan laporan menjadi 5 hari.

"Hari ini Pemerintah Kota Semarang memiliki komitmen yang tinggi dalam menindaklanjuti setiap hal yang dilaporkan, salah satunya dengan mempersingkat waktu penanganan laporan yang semula selama 15 hari, sekarang kami dorong lebih cepat menjadi 5 hari," ujar Hendi dalam keterangan tertulis, Kamis (8/11/2018).

"Dari pelaporan yang masuk itu juga Pemerintah Kota Semarang saat ini dapat lebih tepat menyusun prioritas program untuk dikerjakan, sesuai dengan laporan-laporan yang masuk," imbuhnya.

Sementara itu, Menpan-RB Syafruddin mengatakan pemenang dari penghargaan ini tak boleh cepat puas dalam memberikan pelayanan.

"Tidak boleh berpuas diri, karena perjuangan untuk perbaikan harus terus diupayakan. Besar harapan kami atas nama Pemerintah Indonesia bahwa ini menjadi sebuah persembahan kemakmuran," ungkapnya.


Dia juga menegaskan apresiasi yang diberikan oleh Kemenpan-RB diharapkan dapat terus mendorong inovasi dalam pelayanan publik.

"Pelayanan publik memiliki sebuah siklus dinamis yang terus berubah sesuai tren yang ada di masyarakat. Jangan berhenti berinovasi sebagai dynamic government, saatnya generasi ini yang berpacu untuk negeri," pungkas dia.
(ega/mul)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed