DetikNews
Kamis 08 November 2018, 17:46 WIB

UMK di Serang Rp 3,5 Juta, Massa Buruh Demo Minta Kenaikan

Bahtiar Rifa'i - detikNews
UMK di Serang Rp 3,5 Juta, Massa Buruh Demo Minta Kenaikan Foto: Demo buruh di Serang (Bahtiar-detik)
Serang - Massa dari berbagai aliansi buruh se Kabupaten Serang mendatangi pendopo bupati di Jl Veteran, Kota Serang. Mereka mendesak diberlakukannya kenaikan upah minimum kabupaten (UMK) sebesar 20 persen.

Massa dari berbagai serikat pekerja ini kemudian mendatangi pendopo bupati. Mereka diterima oleh Wakil Bupati Serang Pandji Tirtayasa didampingi Kapolda Banten Brigjen Teddy Minahasa Putra.

Perwakilan buruh Asep Danawiria mengatakan, survei kelayakan kebutuhan buruh di Kabupaten Serang sebesar Rp 4,3 juta atau naik 20 persen dari upah minimum kabupaten sebesar Rp 3,5 juta . Angka ini berdasarkan survei yang dilakukan oleh berbagai perguruan tinggi.



Ia meminta, bupati bisa merekomendasikan kenaikan upah dalam jumlah tersebut. Menurutnya, kenaikan upah sebesar 8,03 persen yang ditentukan pemerintah tidak mencukupi kebutuhan sehari-hari buruh.

"Apalagi memenuhi kebutuhan rumah tangga, ini tidak mencukupi," katanya di Serang, Banten, Kamis (8/11/2018).

Kenaikan sebesar 8,03 persen dinilai buruh tidak mencukupi. Mereka mengatakan bahwa, jika upah cukup, produktivitas kerja juga meninggat.

Sementara, mendapat desakan massa buruh, Wakil Bupati Pandji Tirtayasa mengatakan bahwa usulan para buruh akan tetap diterima sebagai aspirasi. Tapi, ia mengaku mendapatkan desakan serupa dari para pengusaha di daerahnya yang mengeluh agar Pemkab tidak menaikan upah.

Apalagi, industri padat karya seperti kayu dan tekstil banyak yang mengeluh karena kondisi pemasaran yang sedang tersendat. Menurutnya, para pihak industri ini bisa terpaksa pindah ke daerah dengan UMK rendah seperti Sukabumi atau Boyolali.



"Mohon maaf, mungkin kami memindahkan perusahaan ke Sukabumi dan Boyolali yang UMK rendah Rp 1,9 juta atau Rp 1,7 juta," kata Pandji menirukan keluhan para industri di daerahnya.

Tapi, ia menegaskan bahwa baik apsirasi buruh dan industri akan tetap menjadi acuan Pemkab mengenai kenaikan upah. Dalam waktu dekat, setiap pihak melakukan musyawarah menemukan solusi ini.

"Aspirasi ini kami harus dengar, bagaimana kami memihak kepada pekerja ke pengusaha. Karena dua-duanya menjadi motor pertumbuhan ekonomi daerah," tegasnya.


Saksikan juga video 'Upah Buruh 2019: Pengusaha Setuju Naik 8%, Buruh Minta 25%':

[Gambas:Video 20detik]


(bri/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed