DetikNews
Rabu 24 Oktober 2018, 20:49 WIB

Mensos Targetkan Kemiskinan Turun Jadi 9,3 Persen Tahun Depan

Matius Alfons - detikNews
Mensos Targetkan Kemiskinan Turun Jadi 9,3 Persen Tahun Depan Mensos Agus Gumiwang Kartasasmita memaparkan pencapaian 4 tahun pemerintahan Jokowi-JK. (Alfons/detikcom)
Jakarta - Menteri Sosial (Mensos) Agus Gumiwang Kartasasmita menargetkan angka kemiskinan di Indonesia tahun depan akan turun menjadi 9,3 persen. Kementerian Sosial akan berfokus pada Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT).

"Penurunan angka kemiskinan tahun ini 9,8 persen, maka tahun depan insyaallah angka kemiskinan akan turun jadi 9,3 persen atau 9,4 persen," kata Agus saat memaparkan kinerja 4 tahun Jokowi di gedung Kementerian Sosial, Jalan Salemba Raya, Paseban, Senen, Jakarta Pusat, Rabu (23/10/2018).


Agus mengatakan target itu bisa tercapai jika disiplin dalam melaksanakan program-program. "Jika kita disiplin melakukan program-program seperti Program Keluarga Harapan dan Bantuan Pangan Non-Tunai, kita bisa capai penurunan jadi 9,3 persen atau 9,4 persen," jelas Agus.

Agus juga menjelaskan harus ada program-program pemberdayaan sosial dan masyarakat. Sebab, jika program yang ada saat ini dihentikan, keluarga akan kembali miskin.

"Program (menekan) angka kemiskinan itu kalau dihentikan, keluarga-keluarga itu akan kembali miskin. Nah, jadi harus ada program perlintasan kemiskinan yang melalui program pemberdayaan sosial dan pemberdayaan masyarakat," imbuhnya.


Sementara itu, Direktur Jenderal Perlindungan dan Jaminan Sosial Harry Hikmat mengatakan beberapa program Kemensos terbukti memberi kontribusi efektif dalam memangkas angka kemiskinan.

"Ada analisis rasional dari Badan Kebijakan Fiskal di mana estimasi PKH sebagai bantuan yang paling efektif dalam melakukan penurunan rasio angka kemiskinan," ujar Harry.

Harry menambahkan, jika ke depannya program PKH dilanjutkan, perlu adanya perhitungan jumlah populasi penerima PKH yang lebih detil sesuai komponennya agar program ini lebih efektif.

"Sesuai komponen seperti ibu hamil, balita, SMP, SMA, SD, lansia, penyandang disabilitas berat yang akan menerima bantuannya secara variatif," pungkas Harry.
(idh/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed