DetikNews
Selasa 23 Oktober 2018, 20:57 WIB

PAN soal Prabowo Ingin Jemput Habib Rizieq: Yang Penting Tak Pakai APBN

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
PAN soal Prabowo Ingin Jemput Habib Rizieq: Yang Penting Tak Pakai APBN Dradjad Wibowo (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta - Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto berniat menjemput imam besar FPI Habib Rizieq Syihab sebelum Pilpres 2019. Partai pengusung Prabowo, PAN, menyebut keinginan menjemput Habib Rizieq memang komitmen Prabowo.

"Memang Prabowo berkomitmen superkuat agar Habib Rizieq Syihab dan keluarga suatu saat nanti bisa pulang ke Tanah Air dengan aman," ujar Wakil Ketua Dewan Kehormatan PAN Dradjad Wibowo kepada wartawan, Selasa (23/10/2018).

Namun mengenai kapan penjemputan dilakukan Prabowo, Dradjad mengungkapkan hal itu tergantung hasil Pemilu 2019.

"Kapankah itu? Kita lihat saja nanti hasil pilpres dan pileg," katanya.





Dradjad mengaku tak ada masalah jika penjemputan tersebut dinilai salah satu cara Prabowo-Sandiaga Uno menggaet suara umat Islam. Sebab, harus diakui pengaruh Habib Rizieq dalam perolehan suara cukup besar.

"Yang penting tidak memanfaatkan uang APBN untuk program ini-itu sehingga suara naik," ujar Dradjad.

Sebelumnya, capres Prabowo Subianto mengapresiasi dukungan para ulama dan santri saat menghadiri Hari Santri Nasional sekaligus milad Front Santri Indonesia ke-1 yang digelar FPI di Bogor, Jawa Barat, semalam. Prabowo berharap Habib Rizieq segera kembali ke Indonesia.

"Kalau bisa, Habib Rizieq, sebelum saya terpilih, bisa kembali. Kalau tidak, saya yang akan jemput beliau," kata Prabowo.

Habib Rizieq sebelumnya dicekal di Arab Saudi saat hendak bepergian ke Malaysia. Rizeq mengatakan menghormati pencekalan oleh Duta Besar Arab Saudi Usamah Muhammad al-Syu'aiby. Tapi Rizieq meminta agar pencegahan itu dicabut karena dinilai akan merugikan secara finansial karena denda yang besar.

"Itu akan kena denda besar sekaligus kena sanksi blacklist sehingga nggak boleh ke Arab Saudi dalam beberapa tahun ke depan," kata Rizieq, Sabtu (29/9).

Duta Besar RI untuk Arab Saudi, Agus Maftuh Abegebriel, mengatakan ada cara agar Rizieq terhindar dari denda dan blacklist tersebut. "Sebenarnya bisa tanpa denda dan blacklist, yaitu ketika ada program amnesti keimigrasian," ujar Agus kepada detikcom, Senin (01/10).

Namun tim kuasa hukum Rizieq menganggap saran Maftuh tidak solutif. Sebab, waktu penyelenggaraan program tersebut tidak jelas.

Atas wacana penjemputan itu, sejumlah pihak ikut angkat suara. Salah satunya Partai Hanura, yang menyebut pemulangan Habib Rizieq sebagai salah satu opsi murah Prabowo untuk meningkatkan perolehan suara pada Pilpres 2019.

"Karena tidak tahu lagi harus berbuat apa-apa untuk memenangkan pilpres di 2019, sehingga Rizieq adalah pilihan akhir untuk membantu Prabowo dalam mempengaruhi umat dengan biaya semurah mungkin," kata Inas.
(mae/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed