Grup Facebook Gay Resahkan Jambi, MUI: LGBT Tak Sesuai Pancasila

Ferdi - detikNews
Selasa, 23 Okt 2018 08:17 WIB
Ilustrasi (andi/detikcom)
Jambi - Grup Facebook komunitas gay kini tengah heboh di Jambi. Mereka terbentuk dengan bertujuan memperjuangkan hak asasi manusia (HAM) LGBT di Indonesia, termasuk di Jambi.

"Negara kita ini adalah negara yang berdasarkan Pancasila. Yang mana di sila pertama ialah Ketuhanan yang Maha Esa. Artinya jangan sampai segala apa yang kita lakukan bersimpangan dengan sila ketuhanan. Bahwa tidak ada agama apapun yang bisa menerima hubungan sesama jenis itu termasuk agama muslim," kata Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jambi Hadri Hasan kepada detikcom, Selasa (23/10/2018).

Tidak ada dasar bagi para kelompok LGBT untuk dapat bisa diakui di Indonesia. Selain masalah penyimpangan. LGBT itu juga merupakan sebuah penyakit yang harus segera diobati. Ia juga menyebutan, sebagai umat beragama yang saling menghormati dan saling menyayangi, bisa secepatnya mencari upaya dan solusi yang jelas terhadap mereka.

"Kalau itu merupakan suatu penyakit mungkin harus kita cari apa obatnya, agar mereka tidak mempunyai gaya hidup biseksual atau gaya gay. Supaya jelas, agar tidak ada umat ini yang tidak jelas. Jelas dalam kata arti laki-laki jelas laki-laki dan perempuan jelas perempuan," teran Hadri.

Bahkan Ketua MUI Jambi itu juga menolak secara tegas memperjuangkan sebuah hak untuk kelompok LGBT itu adalah salah.

"Yang disebut hak itu adalah suatu yang menjadi memiliki kita yang sah. Apakah itu ada dasarnya yang mengesahkan mereka dalam kelompok tersebut yang mereka anggap itu adalah hak. Apakah kita bisa mengakui sebuah pelanggaran adalah sebuah hak juga, itu tidaklah benar," tegas Hadri.

Dirinya pun menghimbau dengan adanya grup media sosial yang diduga dari sekelompok LGBT itu agar pihak terkait dapat segera mengusutnya dengan tuntas. Selain itu ia juga meminta agar orang tua dapat memberikan penjelasan dan berbicara logis terhadap anak-anaknya terkait penyimpangan sekelompok LGBT itu.

"Di sini kan ada jalur-jalurnya. Mungkin kawan-kawan kita yang ada di DPR ya berbicaralah di situ, supaya ada payung hukumnya. Supaya Pemerintah bisa melakukan langkah-langkah apa. Kalau ini dianggap sebuah penyakit, mungkin ada trendmentnya apa, solusinya apa. Kalau ini adalah penyakit sosial, mungkin dari segi psikolog atau segi sosial yang bisa kita dekati agar ini dapat teratasi," tukasnya

Sementara terpisah, Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Jambi kini juga sedang mengamati isi konten di dalam Grup facebook yang diduga berisikan para gay, lesbi dan transgender tersebut yang menghebohkan warga Jambi.

"Terkait adanya Facebook atau LGBT itu di Jambi, tentunya harus disikapi dengan cermat dan hati-hati. Jangan sampai ada gejolak sosial di masyarakat. Kami juga akan mengamati dengan cermat isi dari konten tersebut apakah mengandung pornografi atau perlindungan terhadap anak," kata Kadis Kominfo Jambi, Nurachmat Herlambang saat dikonfirmasi terpisah.

Diskominfo Jambi kini juga tengah berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk menindak lanjuti adanya grup komunitas LGBT itu.

"Pada prinsipnya Indonesia menghormati hak asasi manusia namun ada 'norma sosial' yang juga masih sangat kuat. Tidak boleh ada diskriminasi untuk minoritas, baik yang terkait dengan etnis, ataupun agama semuanya perlu diberikan perlindungan," ujar Nurachmad.

"Tetapi Indonesia juga adalah negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia yang mempunyai norma-norma agama yang sangat jelas melarang LGBT itu," sambungnya tegas.

Sebelumnya, pengguna media sosial di Jambi saat ini tengah dihebohkan adanya grup Facebook yang diduga kuat merupakan komunitas gay. Grup Facebook bernama 'Metamorfosa Jambi' itu dibentuk untuk memperjuangkan HAM bagi para LGBT di Indonesia termasuk Jambi.

Tidak hanya grup itu saja, grup komunitas gay di Jambi juga ada terbentuk yang mengatasnamakan komintas gay Jambi city. Grup itu memiliki anggota ratusan orang di dalamnya. Dan grup itu juga hingga saat ini masih terpantau aktif.


Simak Juga 'Kominfo Blokir Grup Gay Garut di Facebook':

[Gambas:Video 20detik]


(asp/asp)