DetikNews
Senin 22 Oktober 2018, 19:06 WIB

LPAI Bantah Beri Rekaman ke Bawaslu DKI soal Kasus Guru Nelty

Eva Safitri - detikNews
LPAI Bantah Beri Rekaman ke Bawaslu DKI soal Kasus Guru Nelty Siswa SMAN 87 Jakarta menggelar aksi bela guru Nelty. (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI menerima rekaman yang disebut sebagai bukti tambahan terkait kasus guru Nelty di SMAN 87 Jakarta. Rekaman itu diperoleh Bawaslu dari Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI). Namun LPAI membantah hal itu.

"Nggak, kami tidak memberikan," ujar Sekjen LPAI Heny Hermanoe ketika di hubungi detikcom, Senin (22/10/2018).

Heny menyatakan lembaganya tidak memberikan rekaman yang dimaksud itu ke Bawaslu DKI. Heny menjelaskan kedatangannya ke kantor Bawaslu untuk memastikan kondisi SMA 87 sudah kondusif.


"Nggak, kok. Tadi hanya sekadar ngobrol, menyeletuk tentang seluruh proses yang selama ini jadi perhatian kita semua, yaitu dugaan cara mengajar guru. Lebih pada itu saja," ucapnya.

Heny meminta kepada Bawaslu agar kasus guru Nelty ini segera diakhiri. Harapan dia, para siswa SMA dapat kembali belajar dengan tenang.


"Sebenarnya kita datang cuma sekadar menyampaikan bahwa di SMA 87 sudah nggak ada masalah, supaya anak-anak nggak tertekan soal pemberitaan di sekolah mereka. Jadi sudah layak diakhiri," tuturnya.

Sebagaimana diketahui, Nelty Khairiyah telah dituduh melakukan indoktrinasi kepada siswanya agar menjadi anti-Jokowi. Sebelumnya, komisioner Bawaslu DKI Puadi mengatakan pihaknya mendapatkan rekaman sebagai bukti terkait proses mengajar guru Nelty. Puadi menjelaskan rekaman itu didapatnya dari LPAI.

"Pada intinya, kemarin kan kita pleno untuk mencari identitas pelapor yang belum diketahui. Ternyata ada pengurus LPAI bahwa mereka menerima laporan dari pelaporlah bahwa dia mempunyai bukti rekaman proses belajar di SMA 87," ujarnya


Puadi tidak menyebutkan secara pasti dari mana LPAI mendapat rekaman itu. Pihaknya pun belum bisa menjelaskan isi rekaman tersebut lantaran suara rekaman itu tidak begitu jelas.

"Kita juga nggak dikasih tahu dari mana LPAI dapat (rekaman). Pada saat didengar suaranya nggak begitu jelas. Makanya kita harus pelajari," tuturnya.
(dnu/dnu)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed