DetikNews
Senin 22 Oktober 2018, 12:40 WIB

Kasus Narkoba, Anak Wakil Bupati Maros Dihukum Rehabilitasi

M Bakrie - detikNews
Kasus Narkoba, Anak Wakil Bupati Maros Dihukum Rehabilitasi Foto: Anak Wakil Bupati Maros (bakrie/detikcom)
Maros - Putra Wakil Bupati (Wabup) Maros, Muh Arjab Mattotorang dihukum Pengadilan Negeri (PN) Maros atas kasus Narkoba dengan hukuman 8 bulan penjara diganti dengan masa rehabilitasi. Ia dinyatakan terbukti bersalah melakukan pasal 127 ayat 1 UU Narkotika.

Sidang putusan ini dipimpin langsung oleh Ketua PN Maros, Ibrahim Palino bersama dua anggota majelis hakim lainnya, Rosdianti Samang dan Divo Ardianto. Pembacaan putusan dilakukan didepan terdakwa tanpa penasihat hukum.

"Menjatuhkan pidana kepada terdakwa dengan pidana penjara 8 bulan, namun terdakwa tidak perlu menjalani pidana penjara tersebut dan diganti dengan menjalani pengobatan/ perawatan melalui rehabilitasi medis dan sosial di BNN Provinsi Sulsel atau di tempat rehabilitasi lainnya yang diakui pemerintah," kata Ibrahim Palino, di ruang sidang, Senin (22/10/2018).


Hakim menyebutkan unsur pasal 112 ayat 1 UU Narkotika sebagai pasal alternatif tidak terpenuhi. Fakta persidangan ditemukan terdakwa menggunakan sabu-sabu digunakan untuk dirinya sendiri dan tidak terbukti masuk dalam sindikat peredaran narkotika.

Selain itu, hal yang meringankan terdakwa dinilai sopan dalam setiap persidangan dan belum pernah dijatuhi hukuman sebelumnya serta terdakwa menjadi tulang punggung dalam keluarganya. Sementara yang memberatkan terdakwa itu adanya barang bukti sabu sebanyak 0,0995 gram dan hasil ters urine yang positif.

Usai didakwa bersalah, putra Ketua Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Maros ini langsung dibawa oleh beberapa orang petugas Kejaksaan ke ruangan lain tanpa memberikan keterangan apapun kepada awak media meliput persidangan. Sementara, JPU mengaku masih akan berfikir-fikir dulu sebelum menerima atau menolak putusan itu.

"Meskipun putusannya sama dengan tuntutan jaksa yang kami ajukan dalam sidang sebelumnya, kami masih akan berfikir-fikir dulu apakah diterima atau ditolak. Masih ada tersisa satu bulan masa pidananya yah nah itu tetap dia akan dijalani di balai rehab," kata JPU, Muh Musdar.

Wakil Ketua Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) Maros, Ansar Lempe mengaku kecewa atas putusan hakim yang dinilai terlalu ringan untuk terdakwa. Ia menilai, putusan itu akan menjadi preseden buruk atas penegakan hukum kasus narkoba lainnya. Jaksa seharusnya memberikan tuntutan maksimal kepada terdakwa di pasal 127 yakni 4 tahun penjara.

"Terdakwa inikan termasuk publik figur yah yang harusnya dicontoh. Ini akan menjadi preseden buruk untuk kasus Narkoba lainnya. Harusnya, Jaksa menuntut maksimal dulu, persoalan apakah putusannya ringan itu tergantung Hakim. Jelas kita kecewalah, karena banyak kasus serupa yang justru putusannya lebih berat," katanya.


Selain itu, Ansar mengatakan, fakta persidangan tidak pernah mengungkap terdakwa ini, tidak hanya menyediakan Narkoba untuk dirinya tapi juga orang lain yang saat itu ditangkap bersama terdakwa. Olehnya, unsur menggunakan untuk diri sendiri dalam pasal 127 ayat 1 yang didakwakan tidak tepat digunakan. Seharunya, terdakwa dijatuhi pasal 112 ayat 1 karena unsur-unsurnya memenuhi.

"Saat ditangkap, terdakwa ini bersama 3 orang lainnya. Fakta ini yang tidak terungkap sama sekali di persidangan, jika terdakwa tidak menyediakan sabu hanya untuk dirinya saja, tapi juga orang lain. Kalau mengacu ke situ, tidak tepat dong kalau pasal 127. Harusnya 112 yang ancaman maksimalnya 12 tahun, minimal 4 tahun," terangnya.


Sebagaimana diketahui, Arjab ditangkap bersama tiga orang rekannya yang tengah berpesta sabu di rumah milik mertuanya di Kelurahan Alliritengae, Kecamatan Turikale, Maros, Sulawesi Selatan pada awal 2018. Saat digrebek oleh Subdit III Direktorat Reserse Narkoba Polda Sulawesi Selatan ditemukan barang bukti sabu di saku celana Arjab. Saat penyidikan, tiga rekan Arjab dibebaskan karena tidak terbukti.
(asp/asp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed
BERITA TERBARU +