DetikNews
Senin 22 Oktober 2018, 10:59 WIB

Konflik Sampah, Wali Kota Bekasi Berharap Peristiwa Lalu Tak Terulang

Isal Mawardi - detikNews
Konflik Sampah, Wali Kota Bekasi Berharap Peristiwa Lalu Tak Terulang PTSP Bantargebang (Hasan Al Habshy/detikcom)
FOKUS BERITA: Kisruh Truk Sampah DKI
Bekasi - Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi (Pepen) berharap konflik sampah dengan Pemprov DKI segera selesai. Selain itu, Pepen berharap konflik di masa lalu tak terulang.

"Masyarakat ada kesabarannya, jangan sampai peristiwa 2012 terulang," kata Pepen di Plaza Bekasi, Bekasi, Senin (22/10/2018).

Pepen tak memberikan penjelasan lebih rinci mengenai kejadian pada 2012 yang dia maksud. Namun, untuk diketahui, berkaitan dengan persoalan sampah Jakarta-Bekasi, pernah terjadi ketegangan pada 2002, ketika Bantargebang sempat akan ditutup. Gubernur DKI kala itu, Sutiyoso, datang langsung ke Bantargebang untuk menyelesaikan masalah.


Kembali ke Pepen, politikus Golkar itu berharap segera ada titik temu. Namun, bila titik temu itu tak kunjung ada, Pepen menyebut tak sulit menutup Bantargebang.

"Kita liat saja nanti, kan nggak susah nutup, yang susah itu buka. Kan harus meyakinkan masyarakat," tutur Pepen.

Pepen mengajak Gubernur DKI Anies Baswedan ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang untuk menyelesaikan konflik sampah ini. Pepen ingin Anies melihat sendiri apa yang terjadi.

"Makanya saya ngajak ke Gubernur (Anies) datang ke Bantargebang, dilihat dengan mata dan kepala sendiri kan enak. Apa yang terjadinya di sana. Saya ingin konflik ini diselesaikan," tutur Pepen.


Sementara itu, Gubernur DKI Anies Baswedan sebelumnya menyatakan kewajiban DKI ke Pemkot Bekasi soal sampah sudah selesai. Kewajiban di sini khususnya terkait kompensasi bau TPST Bantargebang.

"Jadi saya ingin meletakkan ini pada porsi permasalahannya. Kita memiliki perjanjian kerja sama antara Pemprov DKI dengan Pemerintah Kota Bekasi. Itu ditandatangani tahun 2016, berlaku selama 5 tahun dan dari perjanjian kerja sama itu, masing-masing pihak memiliki kewajiban, termasuk Pemprov DKI, salah satunya adalah kebagian membayar dan nilainya adalah sebesar range-nya tergantung tonase sampah, Rp 130-150 miliar per tahun," ujar Anies di Balai Kota DKI, Minggu (21/10).


Simak Juga 'Anies Pertanyakan Dana Kemitraan Pemkot Bekasi':

[Gambas:Video 20detik]


(rna/fjp)
FOKUS BERITA: Kisruh Truk Sampah DKI
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed