DetikNews
Kamis 18 Oktober 2018, 22:35 WIB

Sandi Soal Rayuan Diplomatik Israel: RI Perjuangkan Hak Palestina

Noval Dhwinuari Antony - detikNews
Sandi Soal Rayuan Diplomatik Israel: RI Perjuangkan Hak Palestina Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom
Jakarta - Cawapres Sandiaga Uno ikut menanggapi rayuan Israel terhadap Indonesia terkait hubungan diplomatik. Sandi mengatakan pendiri bangsa menginginkan Indonesia ikut memperjuangkan perdamaian dunia, hak kemerdekaan Palestina salah satunya.

"Saya sangat yakin bahwa isu kita sebagai negara yang aktif dalam pergaulan persahabatan dunia. Itu tentunya sudah menjadi pembicaraan kita, bagaimana kita memperjuangkan hak-hak Palestina," ujar Sandi di Hotel Grand Kemang, Jakarta Selatan, Kamis (18/10/2018).



Sandiaga kembali menegaskan cita-cita pendiri bangsa bahwa Indonesia harus bergaul bebas dan aktif dalam perdamaian dunia. "Bagaimana kita memastikan bahwa kemerdekaan dan hak-hak Palestina itu bisa terjaga, itu menjadi fokus kita," tuturnya.

Selain memperjuangkan hak Palestina, Sandiaga menyebut hubungan internasional Indonesia harus juga memberi dampak terhadap ekonomi Indonesia. Hubungan internasional ke depan juga harus memperkuat ekonomi Indonesia.

Sandiaga juga menanggapi kabar pertemuan Wapres Jusuf Kalla dengan PM Israel Benjamin Netanyahu. Pertemuan tersebut, menurutnya, tak lebih dari pertemanan kedua negara.

"Kita harus berteman, kita 1.000 teman kurang, 1 musuh kebanyakan. Kalau semua bisa berteman dan bisa memastikan bahwa apa yang kita perjuangkan untuk rakyat Palestina itu bisa terakomodasi, saya rasa itu baik," ucapnya.

"Kita harus menjunjung tinggi persahabatan dunia ini dengan mementingkan hal-hal yang langsung berdampak pada ekonomi Indonesia, ekonomi internal Indonesia yang sekarang lagi dalam keadaan mengkhawatirkan, lapangan kerja susah didapat dan biaya hidup semakin meningkat," lanjutnya.



'Rayuan' Israel itu sebelumnya disampaikan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu. Dia menyebut Indonesia sebagai negara yang sangat penting bagi negaranya.

Pernyataan Netanyahu itu disampaikan dalam konferensi internasional di Yerusalem, Minggu (14/10).


(nvl/nkn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed