DetikNews
Selasa 16 Oktober 2018, 10:33 WIB

Bareskrim Bongkar Praktik Tambang Timah Diduga Ilegal di Bangka

Audrey Santoso - detikNews
Bareskrim Bongkar Praktik Tambang Timah Diduga Ilegal di Bangka Ilustrasi Bareskrim Polri (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Polisi membongkar praktik penambangan timah yang diduga tidak berizin di Kabupaten Bangka, Bangka Belitung. Saat ini polisi masih menelusuri perkara itu lebih lanjut dan belum ada tersangka yang ditetapkan.

"Tim yang di Bangka telah melakukan penindakan terhadap smelter PT PMP yang berlokasi di Sungai Liat," ujar Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dirtipidter) Bareskrim Polri Brigjen Fadil Imran dalam keterangannya, Selasa (16/10/2018).

Penindakan itu dilakukan polisi berdasarkan laporan masyarakat. Fadil menyebut timnya turut menyita 9.200 timah yang dikemas dalam 9 karung berukuran besar.

Fadil mengatakan kegiatan penambangan itu diduga bukan dari pemegang IUP (izin usaha pertambangan) dan IUPK (izin usaha pertambangan khusus). Dia juga menyebut PT PMP menampung biji timah hasil penambangan seorang kolektor bernama Akiong.




"(Sedangkan) penanggung jawab PT PMP dalam hal ini Direktur PT PMP, Saudara SST alias Asui," sebut Fadil.

Meski belum menetapkan satu pun tersangka, Fadil menyebut praktik itu berpotensi melanggar Pasal 161 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. Saat ini Fadil menyebut timnya masih mendalami perkara itu.

"Pemeriksaan saksi dan gelar awal di Polres Sungai Liat," ujarnya.

Selain menyita timah yang sudah dikemas, polisi turut mengamankan 1 truk, 2 forklift, serta 2 unit telepon seluler (ponsel). Barang bukti lainnya yang juga disita adalah 1 bundel buku catatan pasir timah, batangan timah sebanyak 15 ikat dengan berat 15 ribu kg, serta 2 unit alat peleburan timah.


Saksikan juga video 'Peru Ledakkan Tambang Emas Ilegal Beromzet Miliaran Dolar':

[Gambas:Video 20detik]


(aud/dhn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed