DetikNews
Jumat 12 Oktober 2018, 08:10 WIB

Anies Akan Legalkan Becak di Jakarta, Pengawasannya Dinilai Sulit

Muhammad Fida Ul Haq - detikNews
Anies Akan Legalkan Becak di Jakarta, Pengawasannya Dinilai Sulit Foto: Pradita Utama
Jakarta - Gubernur DKI Anies Baswedan mengajukan revisi peraturan daerah (Perda) Perda Nomor 8 Tahun 2017 tentang Ketertiban Umum yang akan mengakomodasi becak kembali beroperasi di Jakarta secara terbatas. Pengamat tata kota dari Universitas Trisakti Yayat Supriyatna mengatakan pengawasan akan sulit untuk mencegah pengemudi becak baru.

"Nanti yang agak berat lagi pembatasannya, berapa jumlahnya. Di daerah mana yang diizinkan, karena biasanya kita itu dalam pengawasannya repot. Siapa nanti yang mengawasi? Satpol PP, Dinas Perhubungan atau polisi? Siapa yang menindaknya itu harus jelas," kata Yayat saat dihubungi detikcom, Kamis (11/10/2018).

Yayat menilai meski akan dilegalkan secara terbatas, becak tetap akan membawa masalah bagi Jakarta. Dia menuturkan becak dilarang karena memang sudah tidak sesuai dengan Jakarta.

"Soal ketidaklayakannya, kemudian persoalan ketidaktertibannya. Kalau becak diatur itu ada ketentuannya. Jadi belajar dari sebelumnya ketika becak tidak sesuai Jakarta. Kemudian kan pernah menjadi masalah di Jakarta," jelasnya.

Baca Juga: PKS Setuju Anies Revisi Perda Becak Beroperasi di DKI

Yayat menyarankan Anies meniru cara Surabaya yang melarang becak dan memberdayakan pengemudi becak untuk dilatih keahlian lainnya. Dia mengatakan dengan dilatih maka pengemudi becak akan lebih berdaya.

"Dilatihkan keterampilan, dibuat home industry, dibuat kegiatan-kegiatan lain yang memang ada peluang untuk mandiri. Apakah dilatih jadi tukang bangunan, mereka ikut program padat karya, mereka dilatih jadi juru parkir, mereka dilatih jadi PPSU," sebut Yayat.

Baca Juga: NasDem soal Wacana Becak Mengaspal Lagi: Kemunduran Berpikir Anies

Sementara itu, pendamping Serikat Becak Jakarta (Sebaja) Gugun Muhammad menuturkan keberadaan becak merupakan fakta yang tidak bisa dipungkiri. Dia mengatakan becak ada karena ada permintaan sehingga harus tetap dilindungi.

"Becak nggak pernah habis. Konsumennya masih ada. Becak itu seharusnya nggak usah dilarang. kalau konsumen nggak pakai, nggak mau becak ada lagi," ujar Gugun saat dikonfirmasi terpisah.

Gugun memastikan keberadaan becak saat ini tidak akan menimbulkan kemacetan. Dia beralasan becak dibatasi dan tidak beroperasi di jalan-jalan protokol.

"Kalau bikin macet nggak masuk akal. Becak itu tidak akan ke jalan raya. Itu hanya di jalan lingkungan. Kalau dibilang hanya tambah macet, menurut saya dia nggak pernah ke lapangan," terangnya.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan melakukan revisi Perda Nomor 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum. Revisi perda dilakukan untuk menampung wacana membolehkan kembali becak di Jakarta.

"Kalau becak kan kita sudah sepakat nunggu perda. Kan revisi perda lagi dikeluarin oleh Biro Hukum sama Satpol PP," kata Kepala Bidang Angkutan Jalan Dinas Perhubungan DKI Jakarta Massdes Arouffy, Senin (8/10).


Simak Juga 'Becak akan Beroperasi di Ibu Kota, Tapi Bukan di Jalur Utama!':

[Gambas:Video 20detik]



(fdu/bag)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed