DetikNews
Kamis 11 Oktober 2018, 11:51 WIB

Jakarta Terasa Lebih Panas, BMKG Minta Masyarakat Tak Resah

Arief Ikhsanudin - detikNews
Jakarta Terasa Lebih Panas, BMKG Minta Masyarakat Tak Resah Cuaca di Jakarta Selatan pada Selasa (9/10) (Foto: Indah Mutiara Kami/detikcom)
Jakarta - Cuaca di Jakarta terasa lebih panas dan terik beberapa hari belakangan ini. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjelaskan penyebabnya dan meminta masyarakat tidak resah.

"Kondisi cuaca panas dirasakan akhir-akhir ini. Pertama, gerak semu matahari ada di belahan bumi selatan. Tepatnya di atas Pulau Jawa. Sehingga, dirasakan oleh kita penyinaran matahari yang optimal," ucap Kabag Humas BMKG Hary Tirto Djatmiko kepada wartawan di kantornya, Jalan Angkasa 1, Jakarta Pusat, Kamis (11/10/2018).



Hary mengatakan, masyarakat tidak boleh resah terkait kondisi ini. Suhu udara masih dalam kondisi normal.

"Masyarakat tidak boleh khawatir dan tidak perlu resah terkait isu yang ada. Berdasarkan pemetaan, normalnya untuk bulan Oktober 34 sampai 37 derajat celcius," ujar Hary.

Kondisi panas ini akan berakhir di penghujung bulan Oktober. Hal ini menandakan pergeseran menuju musim hujan.

"Kapan panas berakhir? Secara bertahap, seiring peegerakan semu matahari di belahan bumi selatan sampai 23,5 Lintang Selatan. Mulai Oktober akhir panas relatif menurun," ucap Hary.



Selain itu, musim hujan diprediksi akan merata di Indonesia pada bulan November 2018.

"Secara bertahap di Oktober, sudah ada pembentukan awan hujan. Secara bertahap ditandai hujan belum merata, hanya lokal. Mulai merata di November dan Desember," kata Hary.


Simak Juga 'Suhu Panas dan Hujan Es Intai Indonesia':

[Gambas:Video 20detik]



(aik/imk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed