DetikNews
Kamis 11 Oktober 2018, 11:25 WIB

Golkar Tepis PKS: Rakyat Tenang Premium Urung Naik, Bukan Terteror

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
Golkar Tepis PKS: Rakyat Tenang Premium Urung Naik, Bukan Terteror Ilustrasi (Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta - PKS memandang maju-mundurnya kenaikan harga BBM jenis Premium membuat masyarakat seperti diteror. Bagi Partai Golkar, pernyataan PKS tidak tepat.

"Tidak ada tuh masyarakat yang merasa terteror dengan itu. Justru dengan tidak jadinya kenaikan harga BBM, masyarakat menjadi semakin tenang dan jelas," ucap Ketua DPP Golkar Ace Hasan Syadzily kepada wartawan, Kamis (11/10/2018).

Adalah Direktur Pencapresan PKS Suhud Aliyudin yang menyebut maju-mundurnya kenaikan harga Premium seperti meneror masyarakat dengan bayang-bayang kehidupan yang semakin berat. Bagi Ace, pernyataan Suhud-lah yang meresahkan rakyat.
"Dengan membuat pernyataan seperti itu justru ingin membuat masyarakat jadi resah. Mari kita sama-sama berusaha agar situasi ekonomi ini tetap kondusif," tutur salah satu juru bicara capres-cawapres Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin itu.

Maju-mundur rencana kenaikan harga BBM itu diawali dengan informasi bahwa harga BBM akan naik, yang diperoleh sekitar pukul 13.00 WIB, Rabu (10//10). Pukul 17.00 WIB, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menyatakan kenaikan harga BBM batal dieksekusi kemarin.

"Sesuai arahan Bapak Presiden, rencana kenaikan harga Premium di Jamali (Jawa-Madura-Bali) menjadi Rp 7.000 dan di luar Jamali menjadi Rp 6.900, secepatnya pukul 18.00 hari ini, ditunda," kata Jonan, Rabu (10/10).


Simak Juga 'BUMN Tak Tahu Rencana Kenaikan Harga Premium':

[Gambas:Video 20detik]



(gbr/dhn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed