DetikNews
Rabu 10 Oktober 2018, 17:18 WIB

RI-World Bank Bahas Pinjaman Dana 35 Tahun untuk Bangun Sulteng

Noval Dhwinuari Antony - detikNews
RI-World Bank Bahas Pinjaman Dana 35 Tahun untuk Bangun Sulteng Foto: Wapres Jusuf Kalla. (Noval Dhwinuari Antony-detikcom)
Bali - Pemerintah Indonesia dan World Bank tengah mendalami dan membahas anggaran untuk membangun kembali Sulawesi Tengah pasca diterjang gempa dan tsunami. Anggaran tersebut berupa bantuan dan pinjaman World Bank yang akan dilunasi dalam jangka waktu 35 tahun.

"Lagi dibicarakan (anggaran untuk pembangunan kembali Sulteng) segera. Ya nantilah disampaikan," ujar JK usai menerima kunjungan kehormatan CEO World Bank Kristalina Georgieva, di Westin Hotel Bali, Rabu (10/10/2018).


JK mengatakan anggaran yang tengah dibahas itu berupa bantuan dan pinjaman dari World Bank. "Ada bantuan dan pinjaman, tapi jangka panjang, 35 tahun, jadi tidak terasa nanti," kata JK.

CEO World Bank Kristalina Georgieva membenarkan pihaknya tengah membahas anggaran untuk pembangunan kembali Sulteng. World Bank baru saja menyelesaikan penilaian tentang berapa nilai kerusakan pasca gempa dan tsunami di Sulteng.

"Kami baru saja menyelesaikan dengan cepat assessment tentang berapa nilai kerusakan secara ekonomi akibat gempa bumi dan tsunami. Kami bekerja dengan Pemerintah Indonesia untuk menentukan prioritas mana untuk konstruksi, dan kemudian Pemerintah akan mengatakan kepada kami apa yang dibutuhkan," jelas Kristalina di kesempatan yang sama.

Kristalina memastikan World Bank akan menyiapkan dana sebanyak yang dibutuhkan pemerintah untuk membangun kembali Sulteng. "Jadi ini ada di otoritas pemerintah Indonesia, tapi kami menyiapkan substantial financing sesuai yang dibutuhkan," tuturnya.


Kristalina berharap setelah pembangunan ulang Sulteng pascabencana, pemerintah dan masyarakat dapat bertahan dalam kondisi bencana. Nantinya jika terjadi bencana, konstruksi yang ada serta masyarakat di wilayah tersebut tetap bertahan.

"Apa yang kami lihat di sini, Indonesia, berapa banyak pemerintah dan banyaknya masyarakat yang berpindah. Kami ingin menjadi bagian dari solidaritas masyarakat, untuk berikutnya kita bersama-sama dapat bertahan dari bencana," paparnya.


Saksikan juga video 'Sri Mulyani Dorong Perempuan Jadi Penggerak Perekonomian':

[Gambas:Video 20detik]


(nvl/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed