DetikNews
Selasa 09 Oktober 2018, 16:10 WIB

Cegah Banjir, Anies: Tak Ada Betonisasi, Kita Lakukan Naturalisasi

Muhammad Fida Ul Haq - detikNews
Cegah Banjir, Anies: Tak Ada Betonisasi, Kita Lakukan Naturalisasi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan tak akan melakukan normalisasi sungai dengan cara betonisasi. Pencegahan banjir akan dilakukan dengan pengerukan sungai. (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta - Gubernur DKI Anies Baswedan mengatakan Pemprov DKI tetap melakukan pencegahan banjir dengan cara pengerukan kali. Anies menegaskan tidak melakukan normalisasi dengan cara membeton karena fokus pada naturalisasi.

"Anda tidak ketemu betonisasi. Karena yang kita lakukan adalah naturalisasi," kata Anies di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Selasa (8/10/2018).


Anies mengatakan telah menyiapkan 192 alat berat untuk mengantisipasi banjir. Semua alat sudah mulai bekerja untuk pengerukan kali.

"Antisipasi banjir tetap berjalan semuanya. Dalam menghadapi musim hujan ini, diprediksi mulai bulan November. Saat ini alat berat kita jumlahnya 192. Semua beroperasi," jelasnya.

"Kalau yang dicari betonisasi, Anda tidak (akan) ketemu. Kalau yang dicek adalah pengerukan, kemudian perbaikan-perbaikan sarana, maka itu dikerjakan terus," sambungnya.


Anies menuturkan sebagian pekerjaan Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) sudah diambil alih Pemprov DKI. Salah satunya pengerukan kali di kawasan Kampung Melayu.

"Ada yang dikerjakan oleh SDA, pekerjaan Balai Besar itu seperti di Kampung Melayu. Dinas SDA itu take over pengerukan dari jembatan sampai ke tongteng namanya. Itu panjangnya 1,9 km. Yang mengerjakan Dinas SDA," jelasnya.

Sebelumnya, BBWSCC mengatakan ada delapan aliran sungai di DKI Jakarta tidak dinormalisasi sejak Februari 2018 karena tak ada pembebasan lahan oleh Pemprov DKI. Sekitar aliran kali tersebut, terdapat 129 kelurahan yang berpotensi terendam banjir bila normalisasi tidak segera dilakukan.


"Semenjak tahun 2018 ini tidak ada lagi kegiatan normalisasi," kata Kepala Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane (BBWSCC) Bambang Hidayah kepada wartawan saat dimintai konfirmasi secara terpisah.

Bambang mengatakan target normalisasi kali adalah sepanjang 33 km. Namun saat ini pihaknya baru bisa melaksanakan 16 km karena Pemprov DKI tak bisa membebaskan lahan.

Bambang mengatakan normalisasi baru berjalan 48 persen pada 2013 hingga 2017. Dia menuturkan anggaran tersebut dikembalikan ke kas negara.


Berikut daftar kali yang belum dinormalisasi:

Aliran Kali Angke: 6 kelurahan
Aliran Kali Pesanggrahan: 21 kelurahan
Aliran Kali Krukut: 12 kelurahan
Aliran Kali Ciliwung: 28 kelurahan
Aliran Kanal Banjir Barat: 10 kelurahan
Aliran Kali Ciliwung Lama: 9 kelurahan
Aliran Kali Sunter: 23 kelurahan
Aliran Kali Cipinang: 12 kelurahan
Aliran Cengkareng Drain: 8 kelurahan
(fdu/jbr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed