DetikNews
Senin 08 Oktober 2018, 14:46 WIB

Wacana Patung Jokowi di NTT, HNW: Biasanya Itu untuk Orang Meninggal

Gibran Maulana Ibrahim - detikNews
Wacana Patung Jokowi di NTT, HNW: Biasanya Itu untuk Orang Meninggal Hidayat Nur Wahid (Parastiti Kharisma Putri/detikcom)
Jakarta - Warga Desa Tulakadi, Belu, Atambua, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengusulkan pembuatan patung bergambar Presiden Jokowi di dekat monumen kecil di perbatasan RI-Timor Leste. Wakil Ketua MPR yang juga Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Hidayat Nur Wahid punya tanggapan tersendiri soal usulan patung manekin Jokowi itu.

"Ya kalau menurut saya, kembali kepada Pak Jokowi ya, apakah beliau nyaman dibuatkan manekin, nyaman dibuatkan patung, sementara beliau masih hidup," kata Hidayat atau HNW di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (8/10/2018).


HNW tak mempersoalkan soal usulan patung manekin Jokowi. Namun, dia menegaskan, patung biasa didirikan untuk mengenang orang yang telah meninggal dunia.

"Jadi terserah kepada beliau, kembali kepada beliau, karena biasanya patung ini dibuat bagi yang sudah meninggal," ucap HNW.

Monumen di perbatasan RI-Timor Leste yang disebutkan di atas berbentuk susunan batu dengan tempat duduk. Monumen itu berada di bawah asam rindang yang diberi nama Pohon Asam Jokowi. Monumen ini dibuat masyarakat bersama TNI untuk menghormati dan mengenang kehadiran Presiden Joko Widodo yang bercengkerama dengan warga di bawah pohon tersebut setelah meninjau Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain pada 20 Desember 2014.


Soal keinginan membangun patung gambar Presiden Jokowi ini disambut Kementerian Pariwisata (Kemenpar). Menpar Arief Yahya mengatakan bisa saja dibuatkan patung manekin seperti yang ada di beberapa terminal bandara yang banyak dijadikan masyarakat sebagai spot berfoto. Setelah berkunjung ke Atambua, Arief mengatakan akan memperkuat pariwisata perbatasan (cross border tourism).

"Keinginan membuat gambar patung itu kemudian disampaikan kembali ke Menteri Pariwisata Arief Yahya yang melakukan kunjungan kerja ke Atambua, Kamis dan Jumat lalu," ujar Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian Pariwisata Guntur Sakti lewat keterangan tertulisnya, Minggu (7/10).

"Kita ingin jadikan Atambua sebagai destinasi utama cross border tourism setelah Kepri (Kepulauan Riau)," ujar Menpar Arief Yahya.


Simak Juga 'Wajah Jokowi dari Sebongkah Kayu':



(gbr/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed