DetikNews
Selasa 02 Oktober 2018, 16:58 WIB

Panas Menyengat di Jambi, Ini Penjelasan BMKG

Ferdi - detikNews
Panas Menyengat di Jambi, Ini Penjelasan BMKG Foto: Istimewa
Jambi - Cuaca panas di Jambi beberapa hari terakhir mulai terasa sangat menyengat. Hal itu disebabkan karena adanya peralihan musim dari kemarau ke musim penghujan.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika BMKG Jambi memperkirakan wilayah Jambi akan memasuki musim penghujan dengan intensitas hujan tinggi.

"Seluruh wilayah di Provinsi Jambi beberapa pekan lagi akan memasuki musim penghujan," kata Prakirawan BMKG Jambi, Octa Irawan, saat dikonfirmasi di kantor BMKG Stasiun Meteorologi Jambi di Jalan Soekarno Hatta, Kecamatan Jambi Selatan, Kota Jambi, Selasa (2/10/2018).

Menurut Octa, menjelang memasuki peralihan musim penghujan, kondisi panas menyengat kerap terjadi. Apalagi Jambi sekitarnya akan memasuki cuaca ekstrem seperti hujan intensitas yang tinggi disertai petir dan angin kencang.

"Awal masuk musim hujan normalnya di bulan Oktober Dasarian 2,yaitu diperkirakan di pertengahan atau akhir bulan Oktober,'' terangnya.

Sementara saat ini suhu cuaca di Jambi masih dalam kondisi normal yaitu 24-34 derajat celcius. Selain itu untuk kondisi udara masih dalam keadaan baik, hanya saja kondisi panas yang menyengat dirasakan di Jambi sekitarnya itu terjadi karena posisi matahari berada di dekat jalur khatulistiwa.

"Wilayah Provinsi Jambi yang berada dekat khatulistiwa akan mendapat penyinaran matahari yang lebih besar dibandingkan dengan bulan yang lain. Apalagi pada satu minggu kemaren terdapat siklon tropis Crami di Samudera Pasifik Timur Filipina. Sehingga seluruh massa udara ketarik ke pusat siklon dan pertumbuhan awan yg ada di Jambi juga terbawa angin. Cuaca di Jambi menjadi lebih cerah dan terasa panas," ujar Kasi data dan Informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jambi, Kurnia Ningsih saat dikonfirmasi terpisah.

Ia juga menyebutkan, jika beberapa hari terakhir wilayah Jambi dan sekitarnya akan memasuki musim penghujan, yang mana cuaca panas yang dirasakan tersebut akan mulai berkurang. Dirinya juga mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, puting beliung, angin kencang, pohon tumbang dan jalan licin akibat intesitas hujan yang akan terjadi.

"Masyarakat di minta waspada di masa peralihan ini. Karena hujan ringan pun maupun tinggi akan terjadi diwilayah Jambi sekitarnya. Apalagi juga akan terjadi angin kencang disertai petir. Kemudian untuk wilayah Jambi bagian timur yang berdekatan dengan jalur laut gelombang air masih normal. Hanya saja di awal November dan Desember akan adanya gelombang air tinggi karena sudah masuk musim penghujan," tukasnya.



Tonton juga 'Kejati Jambi Didemo terkait Kasasi Korban Perkosaan Dibui':

[Gambas:Video 20detik]


(asp/asp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed