Polri Kirim 2.000 Personel untuk Pengamanan Pascagempa Palu

Nur Azizah - detikNews
Senin, 01 Okt 2018 15:18 WIB
Kapolri Jenderal Tito Karnavian (Lamhot Aritonang/detikcom)
Jakarta - Kapolri Jenderal Tito Karnavian menanggapi masalah kamtibmas yang saat ini terjadi di Palu setelah terjadi gempa dan tsunami. Tito menyebut akan mengerahkan hingga 2.000 personel untuk memaksimalkan pengamanan.

"Dari Polri sendiri kita rencanakan akan mengirim antara 1.500 sampai 2.000 (personel), yang sekarang baru masuk itu lebih-kurang 400, Brimob yang sudah masuk. Saya masih menganggap perlu. Karena satu untuk pengamanan. Karena Palu itu kan relatif daerahnya tertutup ya," ujarnya setelah menghadiri agenda di Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (1/10/2018).



Tito menyebut kondisi daerah Palu yang tertutup karena jalan daratnya, yang bisa dilalui dari Mamuju, Donggala, Poso, Toli-Toli, dan Parigi, saat ini longsor di beberapa jalur. Pengamanan itu, disebutkan Tito, juga diperlukan lantaran jalur udara yang menuju Palu belum bisa maksimal karena landasan yang ada di bandara hanya 2.000 meter yang bisa digunakan. Selain itu, jalur laut belum bisa dimanfaatkan karena area pelabuhan juga terdampak tsunami.

"Kalau itu semua normal, bandara normal, pelabuhan normal, maka logistik akan masuk. Masyarakat akan tenang," imbuhnya.



Tito juga menyebut pihaknya akan terus meningkatkan pengamanan, terutama karena ada peristiwa penjarahan di beberapa lokasi di Palu yang terdampak gempa dan tsunami. Ia mengimbau masyarakat tetap mengindahkan hukum yang berlaku.

"Kita akan meningkatkan pengamanan, tapi sebetulnya solusinya bukan kita melakukan kekerasan kepada masyarakat. Tetap kita mengimbau mereka untuk mengindahkan hukum. Tapi persoalan utamanya adalah mereka panik karena takut kekurangan logistik, makanan, BBM," ujar Tito.



Saksikan juga video 'Vlog: Balaroa Hancur-Lebur, Terdampak Parah Akibat Gempa Palu':

[Gambas:Video 20detik]

(rvk/asp)