DetikNews
Rabu 26 September 2018, 13:31 WIB

PAN: 8 Karakter Utama Lebih Membumi Dibanding Revolusi Mental

Marlinda Oktavia Erwanti - detikNews
PAN: 8 Karakter Utama Lebih Membumi Dibanding Revolusi Mental Foto: Wakil Ketua Dewan Kehormatan Dradjad Wibowo. (Lamhot Aritonang-detikcom)
Jakarta - Pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengusung 8 Karakter Utama dalam visi misinya. PAN menyebut program prioritas tersebut lebih membumi dibandingkan Revolusi Mental yang kembali diusung Jokowi.

"8 Karakter Utama itu lebih membumi. Lebih aplikatif dan lebih mudah dipahami oleh masyarakat. Itu salah satu perbedaan utama dengan jargon Revolusi Mental," kata Wakil Ketua Dewan Kehormatan Dradjad Wibowo kepada detikcom, Rabu (26/9/2018).

Dradjad memaparkan ke-8 karakter tersebut. Yakni, relijius, bermoral, sehat, cerdas dan kreatif, kerja keras, disiplin dan tertib, mandiri, dan bermanfaat.


Dengan fokus utama pada pengembangan 8 fokus karakter itu, permasalahan bangsa Indonesia akan dapat teratasi. Mengingat, banyak permasalahan bangsa saat ini bersumber pada kelemahan pendidikan karakter.

Dradjad mengambil contoh keseharian seperti etika berkendara. Bagi warga negara maju atau WNI yang lama tinggal di negara maju, kata Djadjad, jalanan di Indonesia terasa sebagai 'jalanan liar'.

"Pengendara saling serobot seenaknya. Banyak yang membuang sampah dari mobil ke jalan seenaknya. Tidak sedikit tindakan berbahaya yang menimbulkan korban jiwa," tutur Dradjad.

"Penyebabnya, kita lalai dengan 8 Karakter Utama, mulai dari pemberian SIM, KIR kendaraan, jalan yang rusak karena anggarannya disunat hingga kelakuan negatif dari pengendara. Jika karakter relijius diterapkan, misalnya, pengendara akan takut kepada Allah SWT Tuhan YME untuk saling serobot membahayakan nyawa orang lain. Demikian juga jika mereka disiplin dan tertib," sambungnya.


Kemudian, kata Dradjad, 8 karakter utama itu juga akan menjadi solusi bagi tindak korupsi di Indonesia. Orang-orang yang relijius, bermoral, dan memiliki 8 karakter itu dipastikan akan antikorupsi.

"Ke-8 karakter utama itu makin terasa sebagai solusi yang membumi dan relevan," kata Dradjad.

Menurut Dradjad, dibandingkan Revolusi Mental, 8 Karakter Utama lebih bisa menjadi sumber kekuatan bangsa. Dengan masyarakat yang berkarakter sehat, cerdas dan kreatif, bekerja keras, mandiri dan bermanfaat, maka akan ada 133,94 juta orang (data per Februari 2018) yang menjadi sumber daya ekonomi.

"Dengan karakter tersebut, Indonesia lebih berpeluang mencetak pebisnis yang tangguh seperti Sandi Uno, Erick Thohir ataupun Nadiem Anwar Makarim. Mereka akan menghasilkan nilai tambah yang besar sekali bagi negara," ujarnya.

"Jadi 8 Karakter Utama itu sangat membumi, aplikatif, lebih mudah dipahami dan menjadi sumber kekuatan yang sangat dahsyat bagi bangsa," imbuh Dradjad.

Dalam dokumen visi dan misi Jokowi-Ma'rufyang diterima detikcom, Rabu (26/9), masih tertulis soal Revolusi Mental. Frasa ini juga jadi jargon Jokowi dalam Pilpres 2014, yang kebetulan juga berhadapan dengan Prabowo Subianto.

Pada visi dan misi kali ini, Jokowi dan timnya menekankan pada revitalisasi Revolusi Mental. Revitalisasi itu juga mencakup perubahan mental karakter bangsa.

Sementara itu, Prabowo-Sandiaga menuliskan tentang '8 Karakter Utama'. Kedelapan karakter itu kemudian akan disinkronkan dengan sistem pendidikan nasional.

Berbeda dengan Jokowi yang menulis revolusi mental dalam poin tersendiri, 8 karakter utama yang dimaksud Prabowo menjadi bagian di salah satu pilar pembangunan yang digalakkannya. Kedelapan karakter utama itu ditulis dalam Program Kesejahteraan Rakyat.


Simak Juga 'Disoraki di Kampus, Zulkifli: Mahasiswa Memang Gitu':

[Gambas:Video 20detik]


(mae/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed