DetikNews
Selasa 25 September 2018, 10:48 WIB

Bagikan Sertifikat ke Warga Bogor, Jokowi Curhat Dituduh PKI

Ray Jordan - detikNews
Bagikan Sertifikat ke Warga Bogor, Jokowi Curhat Dituduh PKI Presiden Jokowi (Dok Twitter @jokowi)
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) membagikan sertifikat tanah kepada warga Kabupaten dan Kota Bogor, Jawa Barat. Dalam kesempatan itu, Jokowi bercerita soal dirinya yang dituduh sebagai anggota Partai Komunis Indonesia (PKI).

Jokowi mengatakan belakangan ini marak tersebar berita bohong alias hoax. Dia menegaskan kabar itu merupakan 'permainan' orang politik.

"Sering kalau sudah masuk tahun politik ada yang manas-manasi. Ada kabar bohong, fitnah, itu pintarnya orang-orang politik bagaimana mempengaruhi. Karena banyak informasi," kata Jokowi di lokasi acara, kawasan Stadion Pakansari, Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Selasa (25/9/2018).


Salah satu contoh kabar bohong itu, kata Jokowi, adalah soal dirinya yang dituding sebagai anggota PKI.

"Presiden Jokowi itu PKI. Coba. Banyak itu di medsos. Ada yang percaya. Padahal PKI dibubarkan tahun 1965, saya lahir tahun 1961. Coba, saya masih balita. Ada yang percaya?" ucapnya.

Jokowi juga mengatakan informasi yang tersebar dan diterima harus dicek betul kebenarannya. Dia menegaskan kabar soal dirinya sebagai anggota PKI tidak benar.

"Hal-hal itu yang mesti dicek. Ini benar nggak sih? Ini kabar bohong, fitnah, jangan termakan dengan kabar bohong, mencela, itu bukan nilai-nilai agama kita, etika bangsa kita. Etika kita adalah kelembutan. Itulah kenapa kita dikenal sebagai bangsa yang ramah," papar Jokowi.


Dalam kesempatan itu, Jokowi juga menegaskan Indonesia merupakan negara yang besar. Untuk itu, persatuan dan kerukunan yang ada di Indonesia harus terus dijaga.

"Karena aset terbesar bangsa adalah persatuan, kerukunan, dan persaudaraan. Bapak-Ibu setuju nggak?" tanya Jokowi.

"Setuju," jawab warga.

Dia juga menegaskan jangan sampai karena pemilihan kepala daerah dan presiden, kerukunan dan persatuan warga jadi pecah.

"Jangan sampai saya titip karena pilihan bupati, wali kota, gubernur, presiden, kita terpecah-pecah. Jangan. Pesta demokrasi itu 5 tahun. Jangan sampai dikompor-kompori. Antarteman tak saling sapa, tetangga tak saling sapa," sebut Jokowi.

"Saya titip, kita ini bersaudara. Kita jaga ukhuwah islamiyah kita, ukhuwah wathaniyah kita. Kita jaga perbedaan yang sangat banyak sekali," tambahnya.

Baca Juga: Kisah Mulyono Menjadi Joko Widodo




Tonton juga 'Jokowi yang Tak Kenal Lelah Bagikan Sertifikat untuk Rakyat':

[Gambas:Video 20detik]


(jor/elz)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed