DetikNews
Rabu 19 September 2018, 19:52 WIB

6 Kartel Ganja 1,3 Ton Dituntut Mati

Yulida Medistiara - detikNews
6 Kartel Ganja 1,3 Ton Dituntut Mati Foto: Sidang tuntutan 6 kartel ganja (Yulida-detik)
Jakarta - Enam terdakwa kasus 1,3 ton ganja yang dibawa dari Aceh ke Jakarta Barat dituntut dengan tuntutan hukuman mati. Keenam kartel ganja kelas kakap itu dinyatakan terbukti bersalah melanggar UU Narkotika karena membawa 1,3 ton ganja.

6 terdakwa yang dituntut mati adalah Rizski Albar, Gardawan, Frengky Alexandro, Yohanes Christian, Ade Susilo, dan Rocky Siahaan dituntut dengan hukuman mati. Para terdakwa dinilai terbukti bersalah melakukan pelanggaran narkotika membawa 1,3 ton ganja.

"Terdakwa Rizski Albar dan kawan-kawan terbukti bersalah melakukan tindak pidana permufakatan jahat narkotika atau melawan hukum dituntut dengan pidana mati," kata JPU Kurnia, di Pengadilan Negeri Jakarta Barat (PN Jakbar), Jl Letjen S Parman, Rabu (19/9/2018).



Hal yang memberatkan adalah perbuatan terdakwa tidak mendukung gerakan pemerintah dalam pemberantasan narkotika. Sementara hal yang meringankan tidak ada.

"Yang memberatkan otomatis perbuatan mereka kan bisa merusak generasi bangsa apabila barang itu bisa beredar di masyarakat. Dan mereka ini terorganisir karena sudah berulang kali melakukan kejahatan," ujar Kurniawan.

Keenam terdakwa memiliki perannya masing-masing. Kurniawan menyebut awalnya Iwan (buron) mendatangi terdakwa Riszki untuk mengajaknya mengambil ganja di Aceh.

Riski dan Iwan kemudian membeli mobil boks yang digunakan untuk mengangkut 1,3 ton ganja. Selanjutnya mobil boks itu dititipkan pada terdakwa lainnya Gardawan yang biasa mengambil ganja ke Aceh.



Akan tetapi, Gardawan menunjuk terdakwa lainnya Rocky Siahaan untuk mencari orang yang akan pergi ke Aceh dan membawa ganja 1,3 ton itu. Sementara itu, Rocky menunjuk tiga orang untuk membawa ganja dari Aceh menggunakan mobil box. Ketiganya ialah terdakwa Frengky Alexsandro, Ade Susilo, dan Yohanes Christian.

Rizski dan Iwan berangkat ke Aceh menggunakan pesawat untuk bertemu dengan Jurni (buron) selaku pemilik ganja yang akan dibawa ke Jakarta. Kemudian ketiga terdakwa Frengky, Ade dan Yohanes membawa 1,3 ton ganja dari Aceh ke Jakarta. Namun saat mobil boks melintas di Jl S Parman, Slipi, polisi melakukan penangkapan atas aksi tersebut.

Saat ditangkap polisi lalu melakukan penggeledahan dan ditemukan ganja yang dikemas dalam bentuk bal-balan dimasukkan ke dalam karung, yang kemudian ditutupi lagi karung yang berisikan arang, untuk menutupi atau menyembunyikan ganja yang terdapat di dalam mobil boks. Setelah dihitung jumlah keseluruhan sekitar 1.300 bal dengan berat perbalnya sekitar 1 kg sehingga berat keseluruhan ganja tersebut sekitar 1.300 Kg atau sekitar 1,3 ton.

Sidang selanjutnya akan digelar pada Rabu 26 September mendatang.

Atas tuntutan tersebut, salah satu kuasa hukum terdakwa, Fitra, mengatakan tuntutan tersebut tidak berperi kemanusiaan. Dia menganggap tuntutan itu terlalu berat mengingat otak dari kasus ini belum tertangkap.

"Tuntutan jaksa sangat berat, bagaimana bisa menentukan hidup mati. Berat sekali untuk keluarga dan terdakwa. Mereka ini cuma korban dan disuruh. Yang atur semua ini masih DPO," ujar Fitra usai sidang.


(yld/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed