DetikNews
Kamis 06 September 2018, 20:23 WIB

PPP Apresiasi Kenaikan Tarif Impor 1.147 Barang Konsumsi

Tia Reisha - detikNews
PPP Apresiasi Kenaikan Tarif Impor 1.147 Barang Konsumsi Wakil Ketua Umum PPP Amir Uksara /Foto: Dok PPP
Jakarta - Wakil Ketua Umum PPP Amir Uksara mengapresiasi kebijakan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang menaikkan tarif impor 1.147 barang konsumsi. Kebijakan ini bertujuan untuk membantu memperkuat sektor fiskal.

"Kebijakan bagus walaupun sebenarnya cukup terlambat. Seharusnya sudah diterapkan sejak beberapa waktu lalu sehingga bisa lebih cepat membantu penguatan rupiah," kata Amir dalam keterangan tertulis, Kamis (6/9/2018).


Menurutnya, pemerintah memang perlu melakukan semua upaya untuk menekan penguatan dolar AS atas semua mata uang dunia. Tidak hanya kebijakan di bidang fiskal yang dilakukan oleh Kemenkeu, namun juga di bidang moneter yang dilakukan oleh Bank Indonesia.

Kebijakaan pengetatan impor dan menaikkan pajak impor tidak hanya dilakukan Indonesia namun juga berbagai negara di dunia. Bahkan kebijakan ini terbukti efektif di sejumlah negara.

"Fenomena penguatan dolar AS atas banyak mata uang dunia di antaranya disebabkan perang dagang antara Amerika dengan China yang kemudian direspon negara-negara lain dengan berbagai kebijakan agar mata uang mereka tidak banyak mengalami pengaruh," jelas Amir.

Amir yakin kenaikan tarif impor 1.147 barang konsumsi ini tidak akan mempengaruhi konsumen di Indonesia. Sebab barang yang mengalami kenaikan tarif bukanlah kebutuhan pokok.

"Konsumen tidak akan mengalami dampak yang berarti, terutama masyarakat umum karena memang tidak dikenakan pada kebutuhan pokok," ujar Amir.


Ia pun yakin para importir juga tidak akan keberatan dengan kebijakan tersebut karena diterapkan untuk kepentingan negara. Kebijakan kenaikan tarif impor ini, menurutnya, bisa terus dilakukan hingga rupiah benar-benar menguat.

Seperti diketahui, penyesuaian 1.147 pos tarif impor terbagi dalam 3 bagian, yakni 719 pos tarif yang PPh-nya naik dari 2,5% menjadi 7,5%, 218 pos tarif dengan PPh yang naik dari 2,5% menjadi 10%, dan 210 pos tarif dengan PPh impor yang naik dari 7,5% menjadi 10%.
(ega/ega)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed