Kabareskrim Minta Penyidik Tegas dan Objektif di Kasus Iwan Adranacus

Kabareskrim Minta Penyidik Tegas dan Objektif di Kasus Iwan Adranacus

Audrey Santoso - detikNews
Jumat, 24 Agu 2018 22:27 WIB
Kabareskrim Polri Irjen Arief Sulistyanto (Foto: Dok Biro SDM Polri)
Kabareskrim Polri Irjen Arief Sulistyanto (Foto: Dok Biro SDM Polri)
Jakarta - Kabareskrim Polri Irjen Arief Sulistyanto memerintahkan penyidik Polres Surakarta menindak tegas dan objektif Iwan Adranacus. Iwan adalah bos perusahaan cat yang menabrak mati pengendara motor bernama Eko Prasetio dengan sengaja.

"Memberikan support kepada penyidik untuk bertindak tegas dan obyektif sesuai ketentuan hukum demi keadilan. Jangan sampai ada celah kelemahan pembuktian sekecil apa pun," kata Arief saat dimintai konfirmasi detikcom, Jumat (24/8/2018).


Arief juga mengarahkan penyidik terkait teknis penyidikan. Hal itu dilakukan Arief agar penyidik mampu membuktikan kejahatan yang dilakukan Iwan.

"Saya mengarahkan teknis penyidikan, teknis pembuktian, dan rekonstruksi untuk pembuktian perbuatan yang dipersangkakan," jelas Arief.

Arief terbang ke Solo hari ini untuk mengecek langsung proses hukum yang dilakukan aparat Polres Surakarta terhadap Iwan. Kapolresta Surakarta Kombes Ribut Hari Wibowo sebelumnya mengungkapkan Arief tiba di Mapolresta pada pukul 12.30 WIB.


Ribut mengatakan Arief datang untuk memberikan asistensi kepada anggota Polresta Surakarta terkait kasus itu. Asistensi digelar tertutup.

Saat ini kasus Iwan Adranacus sudah masuk tahap penyidikan. Sebelumnya, dia ditetapkan sebagai tersangka pada hari yang sama saat peristiwa terjadi, Rabu (22/8).

Diberitakan sebelumnya, peristiwa berawal saat korban, Eko Prasetio, dinilai menghalangi jalan Iwan di simpang Pemuda, Rabu (22/8). Setelah ada cekcok, teman Iwan keluar dan memukul helm Eko.


Cekcok kembali terjadi saat Eko melintas di depan rumah Iwan. Eko menendang bagian belakang mobil Iwan. Hal tersebut membuat Iwan naik pitam.

"Lalu terjadi pengejaran hingga akhirnya korban ditabrak oleh pelaku di Jalan KS Tubun," ujar dia.

Iwan dijerat dengan Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan, subsider Pasal 351 ayat 3 KUHP. Ia diancam hukuman maksimal 15 tahun penjara. (aud/jbr)