"Pertama, undang-undangnya itu kan tidak memberikan ruang pada partai baru untuk mengusung atau mengusulkan capres-cawapres, hanya partai di pemilu 2014 yang punya suara di parlemen," kata Ketum Partai Garuda Ahmad Ridha Sabana kepada wartawan, Sabtu (11/8/2018).
Ridha menambahkan pihaknya memang tengah fokus mematangkan strategi menghadapi Pileg 2019. Nantinya bila partainya memiliki kursi, baru partainya bakal memberikan dukungannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ridha mengaku tak mau terjebak dengan parpol-parpol baru yang memanfaatkan momen mendukung capres untuk mencari panggung. Dia memilih untuk fokus meraup suara di Pileg 2019.
"Saya tidak meyakini efek ekor jas itu bisa terjadi betul. Jadi kami merasa saya kira dampaknya nggak begitu, itu pendapat berapa orang. Kami sih ingin fokus karena undang-undang tidak memungkinkan juga untuk mengusung, berarti kan KPU memahami kita (diminta) fokus cari kursi," urainya.
Soal pilihan capres-cawapres, Ridha menyerahkan sepenuhnya kepada para kadernya. Dia mengaku tak memberikan arahan khusus.
"Kita nggak mau terganggu dengan euforia capres, dan kita mau instruksikan soal pemilihan capres-cawapres ke depan pilihan hati masing-masing," tuturnya.
Seperti diketahui, ada empat parpol baru peserta pemilu di 2019 yaitu PSI, Partai Garuda, Partai Berkarya dan Perindo. PSI dan Perindo diketahui mendukung koalisi Jokowi-Ma'ruf Amin, sementara Partai Berkarya mendukung koalisi Prabowo-Sandiaga Uno. (ams/hri)











































