detikNews
Rabu 08 Agustus 2018, 16:54 WIB

Isu Pesan Pelat Nomor di Dealer Bayar Rp 500 Ribu, Ini Kata Polisi

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Isu Pesan Pelat Nomor di Dealer Bayar Rp 500 Ribu, Ini Kata Polisi Foto: dok. screenshot Twitter
Jakarta - Beredar sebuah isu di media sosial mengenai pemesanan pelat nomor ganjil-genap untuk kendaraan baru di dealer harus membayar Rp 500 ribu. Apa kata polisi?

Kabar tersebut awalnya disampaikan oleh salah satu akun Twitter @kurawa. Akun itu me-mention akun @TMCPoldaMetro untuk menanyakan soal kebenaran informasi tersebut.

"Admin @TMCPoldaMetro apa benar jika mau pesan nomor ganjil genap untuk mobil harus bayar Rp 500.000? Barusan orang dealer mobil dminta dana tsb dan dicek ke beberapa dealer mobil juga sama? Mohon tanggapan," cuit akun itu seperti dilihat detikcom, Rabu (8/8/2018).

Menanggapi hal tersebut, Kasubdit Regident Polda Metro Jaya AKBP Sumardji terlebih dahulu menjelaskan soal penomoran pelat tanda nomor kendaraan (TNKB) pada saat registrasi kendaraan.

"Jadi gini, itu harus diluruskan. Dari sistem penomoran di kita itu kan berdasarkan antrean, jadi misalkan berkas nama ini misalkan ini dia antreannya nomor lima terbitnya nomor itu, nggak bisa dilukir-lukir (diganti-ganti) karena berdasarkan antrean penomoran," kata Sumardji saat dihubungi.

Sumardji kemudian mencontohkan sebuah kendaraan yang didaftarkan berdasarkan antrean registrasi. Jika nomor antrean ganjil, pelat nomor pun akan ganjil. Begitu juga sebaliknya.

"Pada waktu daftar. Jadi kan orang itu waktu datang daftar kan bawa biro jasa, yang baru apa bekas? Kan saya rasa semuanya sama kan? Jadi berdasarkan antrean. Misalkan antrean sehari satu nomor itu, nomor register misal 1469 itu udah nggak bisa dilukir. Dilukir sama siapa, nggak akan bisa dong," ujar dia.

Sumardji pun memastikan tak ada pemesanan pelat via dealer yang diharuskan membayar uang Rp 500 ribu. Menurut dia, polisi akan menindak jika ada dealer yang berbuat seperti itu.

"Itu saya jamin nggak ada dan di teman kita nggak ada. Jadi gini, sebatas kita tahu dan kita dapat informasi yang benar artinya akan kita tindak, berikan sanksi. Kan sanksinya dia itu kan biro jasa yang resmi. Kalau memang melanggar kan ada aturannya sendiri," tutur Sumardji.





Tonton juga 'Warna Pelat Kendaraan akan Diganti Agar Ramah CCTV':

[Gambas:Video 20detik]



Isu Pesan Pelat Nomor di Dealer Bayar Rp 500 Ribu, Ini Kata Polisi

(knv/mea)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com