detikNews
Senin 06 Agustus 2018, 20:43 WIB

Isu Sekolah Minta Sumbangan Paksa, Ini Temuan Plt Kadisdik DKI

Mochamad Zhacky - detikNews
Isu Sekolah Minta Sumbangan Paksa, Ini Temuan Plt Kadisdik DKI Plt Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Bowo Irianto (Indra Komara/detikcom)
Jakarta - Plt Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) DKI Jakarta Bowo Irianto telah memanggil pihak SMAN 101, Joglo, Kembangan, Jakarta Barat. Bowo mengecek kabar adanya sumbangan paksa di sekolah itu.

Setelah dicek, kata Bowo, sumbangan paksa itu tidak ada. Bowo menegaskan sumbangan Idul Adha diminta secara sukarela.
"(Pihak SMAN 101) sudah dipanggil. Yang namanya sumbangan itu nggak ada (paksaan). (Ada) 'susu tante', sumbangan sukarela tanpa tekanan. Nggak ada minimal (sumbangan) sekian, nggak ada. Namanya sumbangan, seikhlasnya kalau mau menyampaikan," kata Bowo saat dimintai konfirmasi di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (6/8/2018).

Bowo pun mengimbau orang tua murid tak memberikan sumbangan bila tidak mampu. Dia ingin sumbangan tersebut tidak membebani orang tua murid.
"Ya, imbauannya sebaiknya tidak usah dipaksakan. Ini adalah pembelajaran untuk kurban. Yang mereka memang mau dan bersedia, berkurbanlah. Jangan sampai mereka kemudian diminta, didorong untuk berkurban, tapi jadi korban," terang Bowo.

Sebelumnya, beredar isu yang menyebut pihak SMAN 101 Joglo meminta sumbangan untuk membeli hewan kurban minimal Rp 50 ribu. Siswa yang tidak menyumbang dengan nominal Rp 50 ribu bakal mendapat sindiran dari guru yang menagih.
(zak/dnu)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com