BNPB: Turis Takut Gara-gara Kabar Hoax Gempa 7,5 SR Malam Ini

Ibnu Hariyanto, Samsudhuha Wildansyah - detikNews
Senin, 06 Agu 2018 19:53 WIB
Kondisi masyarakat di Bayan, Lombok Utara pasca gempa/Foto: Ahmad Bil Wahid/detikcom
Jakarta - Berita palsu (hoax) berseliweran pasca gempa Lombok 7 SR, Minggu (5/8). Kabar hoax ini yang membuat panik wisatawan di Gili Trawangan hingga meminta evakuasi.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan evakuasi wisatawan dari Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air dilakukan atas inisiatif wisatawan. Wisatawan dan warga setempat yang mengelola resor trauma pasca gempa dan khawatir gempa susulan.

"Mereka juga khawatir adanya gempa susulan yang lebih besar diikuti tsunami karena banyak beredar informasi yang menyesatkan (hoax) bahwa akan terjadi gempa dengan kekuatan 7,5 SR yang diikuti tsunami di Lombok nanti malam. Hoax tersebut beredar luar di wilayah Lombok sehingga membuat warga dan wisatawan takut. Informasi tersebut tidak benar dan menyesatkan," ujar Sutopo, Senin (6/8/2018).



Sutopo menegaskan, gempa tidak dapat diprediksi secara pasti termasuk kekuatannya. Gempa susulan dari gempa 7 SR terjadi dengan kekuatan yang lebih kecil.

"Hingga pukul 17.00 WIB telah terjadi gempa susulan sebanyak 176 kali gempa dengan intensitas kecil," sambung dia.



Masyarakat dan wisatawan di NTB dan Bali diimbau tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaannya. "Jangan terpancing pada informasi-informasi yang menyesatkan," harap Sutopo.

Data sementara, gempa Lombok berkekuatan 7 SR mengakibatkan 98 orang meninggal dunia dan 236 orang luka-luka. Ada ribuan rumah rusak terutama di wilayah Lombok Utara. (fdn/fdn)