detikNews
Rabu 25 Juli 2018, 12:29 WIB

Kisah Warga Sulsel 16 Jam Naik Kapal Hanya untuk Beli Beras

Muhammad Taufiqqurrahman - detikNews
Kisah Warga Sulsel 16 Jam Naik Kapal Hanya untuk Beli Beras Foto: Pelabuhan Paotere Makassar, Sulsel (topik/detikcom)
Makassar - Sulawesi Selatan (Sulsel) bukan hanya terdiri dari daratan tinggi dan pegunungan. Tetapi juga banyak warganya yang tinggal di wilayah kepulauan terluar.

Dari pulau-pulau ini, dibutuhkan waktu belasan jam untuk mencapai Kota Makassar via kapal kayu hanya untuk membeli kebutuhan pokok seperti beras.

"Kami naik kapal belasan jam dari pulau yang mungkin waktunya lebih jauh dari orang yang naik haji hanya untuk beli beras dan kebutuhan pokok lainnya," kata salah seorang warga Pulau Doangan-doangan Caddi, Afdhal saat ditemui di Pelabuhan Paotere Makassar, Sulsel, Rabu (25/7/2018).

Pulau Doangan-doangan Caddi berada di Kanyuarang, Liukang Kalmas, Kabupaten Pangkajene. Untuk mencapai pulau ini, dibutuhkan waktu paling cepat 16 jam dengan berlayar menggunakan kapal kayu dari Pelabuhan Paotere. Afdhal mengatakan, sumber makanan pokok yang ada di desanya hanyalah ikan.

"Di daerah kami yang ada hanya air dan ikan. Itu saja. Untuk kebutuhan pokok lainnya harus ke Makassar untuk belanja," ujarnya.

Menurutnya, masih banyak pulau-pulau yang lebih jauh dari tempat tinggalnya. Bahkan, pulau ini berada di tengah antara Kalimantan Selatan dan peraiarn Banyuwangi, Jawa Timur. Misalnya untuk ke perairan Jawa Timur, dibutuhkan waktu sekitar 20 jam untuk tiba di sana.

Waktu tempuh perjalanan selama 16 jam disebut Afdhal adalah waktu normal berlayar. Jika cuaca buruk di perjalanan atau adanya kerusakan mesin kapal, maka penumpang harus menghabiskan waktu sampai lebih 24 jam di atas laut lepas.

"Kalau sudah rusak parah biasanya kapal akan pakai HT (handy talkie) untuk meminta kapal ditarik ke pulau," terangnya.

Keberangkatan kapal pun biasanya tidak menentu. Minimal ada kapal yang berangkat ke Makassar sekali seminggu. Namun, setelah tiba di Makassar, kapal akan menunggu para penumpang untuk menyelesaikan belanjanya dan kembali ke kapal. Apalagi, pihak Perhubungan Laut telah melarang kapal barang untuk dijadikan kapal penumpang.

"Jadi biasanya kita sembunyi-sembunyi naik ke kapal dari Makassar karena tidak ada kapal penumpang ke pulau kami," kata Afdhal.



Tonton juga 'Pelabuhan Paotere, Suguhan Pemandangan Klasik Di Era Modern':

[Gambas:Video 20detik]


(tfq/asp)


Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com