Jadi Sorotan, Ini Beda RPTRA dan RTH Kalijodo

Nur Azizah - detikNews
Selasa, 24 Jul 2018 20:11 WIB
RPTRA dan RTH Kalijodo Foto: Nur Azizah/detikcom
Jakarta - Pengelola Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Kalijodo keberatan RPRTA ini disebut tidak terawat. Kasus adanya sampah yang dipersoalkan disebut ada di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kalijodo.

Pengelola RPTRA Kalijodo, Dewi Mayasari, menjelaskan RPTRA Kalijodo masuk wilayah Jakarta Barat. Sedangkan RTH Kalijodo masuk wilayah Jakarta Utara. Lokasinya memang berdampingan.

"Jadi kemarin yang dibilang RPTRA kotor dari sampah, kita ini sangat, apa sih, menyesalkan gitu. Mungkin tidak tahu ya apa itu RPTRA apa itu RTH. Karena memang kita satu atap ya, tapi kita dua nama. Pengelolanya juga beda di RTH ada pengelola sendiri, di RPTRA ada pengelola sendiri," kata Dewi saat diwawancarai detikcom di RPTRA Kalijodo, Jakarta Barat, Selasa (24/7/2018).


Menurut Dewi, kawasan RPTRA Kalijodo dan RTH Kalijodo berbatasan dengan tembok. Di lokasi juga ada terpasang penunjuk batas. RPTRA sendiri menurutnya lokasinya tidak terlalu besar. Berbeda dengan RTH Kalijodo yang punya arena skateboard.

RPTRA KalijodoRPTRA Kalijodo Foto: Nur Azizah/detikcom

"Jadi yang digambar yang lagi viral (soal sampah-red) itu kan di RTH sebenernya, cuma di yang namanya itu RPTRA. Kita yang di RPTRA bingung, kok gambarnya RTH tulisannya RPTRA gitu," sambungnya.

"Jadi mau ngasih tahu saja ini lokasinya beda, di sini barat, sana utara. Cuma satu jalur lah. Kalau untuk RPTRA sendiri itu cuma segini aja nih, nggak terlalu besar kan. Depan jalan, yang ada permainan-permainan anak. Nah kalau untuk RTH itu ada di belakang yang luas dan fasilitasnya untuk dewasa dan remaja," ujarnya.

Lurah Angke M Dirhamsyah yang sedang meninjau lokasi juga membenarkan. Dia mengaku sedih karena RPTRA Kalijodo disebut tidak terawat. Menurutnya, itu tidak sesuai fakta.

"Saya sangat sedih, karena kita selalu menjaga merawat terus menerus, baik ketika subuh-subuh kita udah sapu-sapu, bersih-bersih, saya juga pulang kerja sebelum ke rumah ke sini dulu. Kita juga dibantu satpol PP, PPSU, jadi merasa ini adalah milik kita bersama," ucapnya saat diwawancarai detikcom.

Lurah Angke M Dirhamsyah Lurah Angke M Dirhamsyah Foto: Eva Safitri/detikcom

Menurut Dirhamsyah, RPTRA Kalijodo dikelola oleh petugas pengelola yang digaji sesuai UMR. Pengelolaannya dipimpin dirinya sebagai lurah. Mereka setiap hari bertugas merawat RPTRA serta mengedukasi pengunjung agar tertib dan disiplin, misalnya tidak membuang sampah sembarangan.


"(Perawatan RPTRA) dibantu tiga pilar, Pak RT, Pak RW, mengontrol daripada kebersihan. Masyarakat pun, semua masyarakat khususnya Angke itu sangat care, sangat sangat menjaga RPTRA ini," katanya.

Ditambahkan Dirhamsyah, dirinya akan berupaya untuk terus menata RPTRA Kalijodo agar bersih dan terawat. Dia menegaskan, RPTRA ini tidak boleh dikomersilkan.

"RPTRA ini tidak boleh dijadikan tempat usaha untuk kepentingan yang sifatnya komersil. Marah saya nanti. Karena itu di luar daripada fungsinya. Fungsinya kan untuk edukasi anak. Karena anak itu, terutama di Angke ini kan lingkungan padat, biar mereka punya rasa aman, tentram, dan berpendidikan," ujarnya. (hri/tor)