DetikNews
Senin 23 Juli 2018, 09:52 WIB

Tommy Bilang KKN Makin Parah? Kini Ponakan Menteri Gagal Jadi PNS

Andi Saputra - detikNews
Tommy Bilang KKN Makin Parah? Kini Ponakan Menteri Gagal Jadi PNS Ketum Partai Berkarya Tommy Soeharto (dok.detikcom)
Jakarta - Pernyataan Tommy Soeharto soal KKN di era reformasi makin parah ramai diperbincangkan. Menurut Ketua Umum Partai Berkarya itu, utang RI semakin besar. Benarkah demikian?

Lihat saja pengakuan Menkum HAM Yasonna Laoly. Selaku menteri, ia tidak bisa 'melobi' panitia agar keponakannya lulus jadi CPNS di kementeriannya.

"Keponakan saya saja kalah by system. Ini satu contoh terbaik reformasi birokrasi," ujar Yasonna saat melakukan telekonferensi dengan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM se-Indonesia di kantornya pada 9 Oktober 2017.


Saksikan juga video 'Tommy Soeharto: Banyak Rakyat Kecewa dengan Pemerintahan Saat Ini':

[Gambas:Video 20detik]



Tak hanya keponakan menteri, anak Sekretaris Mahkamah Agung (MA), Achmad Setyo Pudjoharsoyo, juga harus mengubur mimpi menjadi hakim. Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Asman Abnur menyatakan penerimaan CPNS 2017 berjalan lancar.

"Bayangkan (rata-rata) cuma 4 persen yang lulus (dalam penerimaan di kementerian dan lembaga), jadi nggak gampang. Bahkan anak Sekretaris MA juga nggak lulus, jadi emang nggak gampang," Asman menambahkan.

Sebelumnya, Tommy menyatakan KKN kini makin parah. Pernyataan Tommy ini membuat banyak pihak kaget dan mengkritik balik.

"Reformasi janjikan KKN hilang, tapi nyatanya makin parah. Utang luar negeri semakin besar. Investasi asing pun semakin dimanja," kata Tommy kepada wartawan di Hotel Lorin, Sentul, Bogor, Jawa Barat, Minggu (22/7/2018) kemarin.
(asp/tor)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed