detikNews
Jumat 13 Juli 2018, 13:44 WIB

Wawancara Eksklusif Jokowi

Blak-blakan Jokowi soal Cawapres hingga Perang Dagang AS

Erwin Dariyanto - detikNews
Blak-blakan Jokowi soal Cawapres hingga Perang Dagang AS Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam sesi wawancara khusus dengan detikcom, Rabu (11/7/2018) (Foto: Andhika Prasetia/detikcom)
FOKUS BERITA: Wawancara Khusus Jokowi
Jakarta - Selepas pilkada serentak di 171 daerah, Presiden Joko Widodo menghadapi dua hajatan internasional, yakni Asian Games di Jakarta dan Palembang serta pertemuan tahunan International Monetary Fund (IMF) dan Bank dunia di Bali.

Pada saat bersamaan, nilai tukar rupiah tak kunjung menguat terhadap dolar. Juga ada ancaman perang dagang dari Amerika Serikat. Belum lagi Jokowi harus menggodok nama bakal calon wakil presiden yang akan dia gandeng pada Pilpres 2019.



Di tengah kesibukan itu semua, Jokowi menerima tim detikcom, Iin Yumiyanti, Sudrajat, Erwin Dariyanto, dan Andika Prasetya untuk melakukan wawancara eksklusif. Semula protokol cuma memberikan waktu 20 menit, tapi Presiden Jokowi kemudian setuju menambahnya. "Sudah, 40 menit bisa," kata Jokowi di Istana Merdea, Rabu, 11 Juli 2018. Berikut ini petikan wawancaranya:

Banyak pihak menilai mudik tahun ini lebih baik, harga bahan pokok relatif terkendali, dan pilkada serentak terlaksana dengan aman dan tertib. Bagaimana Bapak mengatur semua itu?

Alhamdulillah, patut bersyukur kita. Mudik Lebaran, harga bahan pokok yang biasanya ramai meloncat-loncat bisa dikendalikan, inflasi relatif sangat rendah. (Itu berkat) kerja-kerja lapangan yang kita lakukan. Manajemen lalu lintas selama mudik ini saya lihat lebih detail, komunikasi antarkementerian daerah semakin baik dan itu saya ikuti.

Perkiraan-perkiraan akan macet sudah dilihat 3-4 bulan sebelumnya, perkiraan jembatan akan selesai berapa hari sebelum Lebaran hal ini yang saya kira 4 bulan sebelumnya. Saya kira persiapan-persiapan seperti itu yang kita lakukan dan yang paling penting rakyat bisa merayakan lebih nyaman.

Untuk pelaksanaan mudik tadi memang sudah sesuai target?
Ini kan jalan tol belum selesai, kalau nanti sudah selesai betul, 100 persen dioperasikan, ya (waktu tempuh) bisa separuh. Yang biasanya 12 jam (jadi) 6 jam, yang 10 jam bisa 5 jam. (Dengan tersambungnya tol) kita harapkan ada kecepatan mobilitas barang, mobilitas orang, dan menaikkan daya saing.



Perbaikan infrastruktur tidak hanya di jalan, tapi nanti di pelabuhan, di airport. Airport lihat saja coba di (Bandara) Soekarno-Hatta, mau naik saja antre bisa 20-30 menit karena keterlambatan membangun runway, membangun east cross taxy way di sebelah timur.

Dengan pertumbuhan di dunia penerbangan kita 9 persen, saya kira kalau tidak dibarengi pembangunan airport, perluasan terminal, pembuatan runway baru, kita akan ditinggal terus dengan kecepatan pertumbuhan di dunia penerbangan.

Untuk sektor darat memang banyak pujian, tapi di sektor laut justru terjadi kecelakaan beruntun?
Di laut itu perlu diingat tanggung jawab ada di pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota. Perlu diingat GT (tonase kotor)-nya berapa, jangan semuanya ditanyakan ke kita. Yang GT di bawah 30 siapa tanggung jawab, yang di bawah 100 siapa tanggung jawab.

Saya sudah perintahkan Menteri Perhubungan untuk mengumpulkan seluruh dinas perhubungan mengontrol setiap perjalanan. Manifesnya seperti apa, kelayakan dari kapal seperti apa, juga yang berkait cuaca seperti apa.

Tapi masyarakat tak mau tahu pokoknya ini salah Pak jokowi?
Ya itulah... mestinya dilihat, dengan adanya otonomi itu, tanggung jawab sudah dibagi-bagi. Pusat apa, provinsi apa, kabupatan/kota apa.

Di sisi lain, masyarakat perlu terus dididik untuk lebih sadar keselamatan diri?
Ya kalau sebetulnya syahbandarnya ketat, kalau kapasitas 40 ya jangan diisi 120, kalau kapasitas 60 jangan diisi 200. Tapi memang cuaca sangat mempengaruhi. Cuaca sangat ekstrem semua diiringi dengan overload.

Kalau terkait pilkada yang baru saja berlangsung?
Berkaitan dengan pilkada, sering kita masih khawatir, takut, karena pilkada yang orang memperkirakan akan panas, sangat panas, ada benturan-benturan karena langsung 171 daerah, baik provinsi, kabupaten maupun kota, tapi alhamdulillah tak ada apa-apa. Alhamdulillah semua berjalan baik. Yang menang tidak sok jemawa, yang kalah langsung mengucapkan selamat. Ada satu-dua yang belum, tapi kemudian mengucapkan selamat.

Saya kira dalam politik seperti itu saya kira ini menunjukkan kematangan berpolitik masyarakat dari pengalaman-pengalaman sebelumnya mereka belajar.

Tugas politikus harus terus memberikan pembelajaran-pembelajaran etika berpolitik, sopan santun berpolitik, sehingga kecerdasan masyarakat dalam berpolitik baik di tingkat kabupaten, kota, provinsi, dan nanti di tingkat nasional semakin matang.

Bapak sedari awal terlihat optimistis. Apa dasarnya?
Ya, bekerja lebih detail di setiap kita melihat kemungkinan-kemungkinan di provinsi yang mana, kota (mana) yang rawan dan itu sudah melakukan pendekatan jauh-jauh hari, jauh-jauh bulan sebelumnya sehingga kerjaan seperti itu yang sangat membantu menurunkan tensi dari adanya pilkada. Tapi saya lihat ini dari pengalaman-pengalaman sebelumnya, saya kira pengalaman dijadikan guru oleh aparat dan masyarakat.

Selain itu, memang masyarakat semakin dewasa, semakin cerdas memilih pemimpin. Saya selalu sampaikan setiap ke daerah, kalau milih pemimpin, lihat rekam jejak, track record-nya, lihat prestasinya, lihat kinerja, lihat program, ide dan gagasan seperti apa. Masyarakat saya lihat yang ada sekarang ini memang sudah menuju ke arah itu.

Begitu hitung cepat diumumkan, sejumlah jago PDIP kalah. Para pengamat bilang....

Begitu hitung cepat diumumkan, sejumlah jago PDIP kalah. Para pengamat bilang ini tetap Jokowi yang menang?
(Tersenyum). Kalau perhatian utama saya yang paling penting pilkada serentak adalah soal kerukunan, soal persaudaraan, yang ada di masyarakat, bukan soal kuat-kuatan politik, bukan soal menang dan kalah.

Setiap saya ke daerah, selalu saya ingatkan kepada masyarakat mengenai perasaan saudara sebangsa dan setanah air. Jangan sampai karena pilihan bupati, wali kota, gubernur, lantas tidak saling tegur antarteman, antartetangga, antarkampung. Saya selalu ingatkan rugi besar kalau kita orientasinya seperti itu. Jadi sekali lagi namanya beda politik itu sah-sah saja. Yang penting kita bersatu sesama anak bangsa.

Merujuk hasilnya, Ada juga analisis Bapak bermain dua kaki antara figur yang didukung PDIP pribadi Pak Jokowi?
Yang namanya strategi politik itu kan bermacam macem. Tapi itu bukan strategi saya.

Beberapa calon kepala daerah yang menang hitung cepat mengaku ditelepon Bapak. Itu memang para jagoan Pak Jokowi ?
Ya wong namanya sudah menang, namanya ini jauh ya saya ucapkan selamat. Ke seluruh yang menang saya ucapkan selamat, semuanya 100 persen. Ditanya siapa yang belum....

Karena apa pun ini sebuah perjalanan yang berat, dalam kampanye saya merasakan. Ndak apa-apa, mengucapkan selamat saja kok ndak boleh. Kewajiban kita memberikan ucapan selamat, kepada semuanya.

Hajatan besar berikutnya adalah Asian games. Tapi gaungnya kok masih dirasakan kurang gegap gempita, ya?
Promosi sudah dilakukan, sosialisasi sudah dilakukan. Tapi, pertama berbenturan dengan Piala Dunia, benturan lagi dengan pilkada. Setelah pilkada urusan pilpres, cawapresnya siapa. (Padahal) kita mau masuk fokus Asian Games ini kok.



Untuk Infrastruktur seperti apa persiapannya?
Pagi tadi kita cek persiapannya, saya kira 99 persen. Tinggal kayak di Senayan tadi saya lihat untuk parkir mobil akhir bulan ini selesai. Jalan Sudirman akhir bulan ini selesai. Saya sudah perintahkan kepada Menteri PU, Gubernur DKI untuk menyelesaikan di akhir bulan ini. Saya ikuti terus, kok. Jangan dikira saya tidak ikuti.

Untuk theme song, banyak yang memuji karena memilih penyanyi dan genre musik dangdut?
Ya, ini kan kita ingin menguatkan karakter, menguatkan identitas, ada diferensiasinya dengan negara lain. Saya kira hal-hal seperti ini ya memang harus dimulai. Kalau kita ndak mau memulai, saya kira ya pembedanya apa, diferensiasinya apa antara Asian Games sekarang dengan sebelumnya, antara Asian Games di negara lain dan Indonesia apa. Bedanya salah satunya itu.



Itu Pak Jokowi yang minta?
Itu kan ada tim besarnya. Saya hanya (bilang) bagusss....

Kalau dari sisi keamanan, seperti apa antisipasinya?
Saya selalu sampaikan untuk direncanakan yang detail, disiapkan yang detail, sehingga dalam pelaksanaannya di semua titik betul-betul ada pada keadaan yang aman. Kita bekerja keras untuk menuju ke sana dan saya lihat juga persepsi dari para peserta cukup bagus.

Bapak menargetkan berapa kepada kontingen nasional kita?


Bapak menargetkan berapa kepada kontingen nasional kita?

Ya saya minta masuk 10 besar, syukur-syukur bisa 8 besar. Dulu kan ranking 15 (maksudnya 17). Sepakbola ya masuk 16 besar, syukur bisa ke final. Jadi mesti ada target-target. Kita ingin semua cabang bisa menyumbangkan medali emas, perak, atau perunggu.

Akan mengundang pemimpin Korea Utara dan Korea Selatan di pembukaan Asian Games nanti?
Kita masih berusaha, tapi jawaban pastinya masih menunggu. Kita berharap itu karena ini kan menjadi brand, olahraga itu sebagai ajang diplomasi, persahabatan, persaudaraan kita.

Mengutus Ibu Mega untuk ke Korea Utara?
Ibu Menlu.

Di tengah persiapan Asian Games, jelang 10 Agustus ada pendaftaran cawapres. Bagaimana Bapak membagi semua itu?
Biasa saja, saya bisa main dengan Ethes (cucu), masih bisa ke mana. Biasa saja. Perhelatan semua, asal disiapkan, asal direncanakan, diorganisasikan, pelaksanaannya akan baik.



Jadi siapa nama cawapres yang sedang digodok?
Kalau menggodok itu kan perlu api, perlu air, ya sudah kita mulai lama. Kita kan sudah yang namanya survei, kan banyak, itu kan bisa kita baca yang keluar namanya siapa, bisa kita lihat. Perlu ditindaklanjuti yang cocok yang nama, yang sreg yang mana.

Tadi malam beredar duet Jokowi-Moeldoko?
Ya semuanya ada. Ada JOIN (Jokowi-Muhaimin), ada Sejoly (Jokowi-Jimly), ada Joy (Jokowi-Yusuf Mansur), ada Jokowi-TGB, Jokow-Airlangga, Jokowi-Mahfud MD.

Jadi Bapak akan pilih yang mana?
Ya tadi kan digodok, biar matang dulu. Nanti kan kelihatan kalau sudah matang.

Kapan?
Begitu matang, akan diumumkan.

Kalau tidak sebut nama, kriteria dan modelnya akan seperti apa. Pakai konsep Jawa-luar Jawa?
Idealnya seperti itu, idealnya juga kombinasi sipil-militer, nasionalis religius, laki-perempuan juga bisa. Nanti ditunggu tanggalnya saja, yang sabar. Yang jelas nama sudah di kantong saya.

Bapak mempertimbangkan tantangan ke depan, misalnya soal pembangunan ekonomi atau sekadar memenangi pilpres?
Ya semua saya kira diperlukan. Tapi misalnya ekonomi kan bisa diperkuat dari menkonya, menterinya. Ya tapi kenapa tidak sisi ekonomi diperkuat lagi. Ini kan masalah ekonomi, semua negara ini kan pusing. Semua memerlukan sebuah treatment, perlakuan yang beda karena memang ketidakpastian ini. Menebaknya sulit, memprediksi sulit, tidak ada resep standar baku karena memang sekarang ini banyak yang keluar dari standar-standar.

Kalau selama empat tahun bersama Pak Jusuf Kalla (JK), apa catatan yang dapat disampaikan?

Kalau selama empat tahun bersama Pak Jusuf Kalla (JK), apa catatan yang dapat disampaikan?

Saya dengan Pak JK hubungan sangat baik, nggak pernah ada masalah, nggak pernah ada perbedaan yang prinsipiil. Kalau sudah diputus ya sudah, hadapi bersama. Saya kira hubungan seperti itu yang kita harapkan. Karena kita bersama saja belum tentu bisa atasi masalah yang ada.

Kalau diberi skor, berapa poinnya antara 1 - 10?
Ya antara 9 dan 8, lebih ke 9.

Dari nilai 9 untuk Pak JK, poin apa yang Bapak paling merasa terbantu?
Kita ngerti Pak JK itu dari sisi pengalaman di semua dunia. Dunia apa sih pak JK yang belum? Sepakbola pernah pegang PSM, masjid Ketua DMI, partai pernah jadi Ketum Golkar. Menteri berapa menteri dia pegang, wapres, menko. Apa coba, apa yang belum....

Pak JK nyaris sempurna, kriteria cawapres harus seperti Pak JK?
Ya kita minta semuanya, kalau lebih baik ya semakin bagus

Peluang cawapres dari kaum perempuan?
Ya, kenapa tidak?

Ada syarat khusus?
Ndak ada, yang paling penting mau bekerja keras untuk negara ini.

Partai pendukung kan banyak dan masing-masing merasa pantas jadi pendamping Bapak. Kalau dipilih salah satu, apa tidak akan bikin cemburu....
Ndak, komunikasi kita dengan semua partai baik. Saya kira user-nya itu kan kita. Kecocokan itu sangat perlu sekali.

Cak Imin pernah bilang, 'Kalau Jokowi ndak milih saya, akan kalah'....
Semua kan ada kalkukasinya.



Membaca lawan politik, manuver sudah sangat terlihat misalnya memunculkan Amien Rais banyak juga yang mendorong Habib Rizieq, Bagaimana anda membaca ini?
Biasa saja. semua orang punya kalkulasi, kita kan juga punya kalkulasi, kalkulator.

Pas Lebaran kita bayangkan akan ketemu Amien Rais?
Waktunya saja belum cocok, Pak Amien sangat sibuk.

Terkait ancaman perang dagang dengan Amerika, apa saja antisipasi pemerintah?.....


Terkait ancaman perang dagang dengan Amerika, apa saja antisipasi pemerintah?

Yang pertama kemarin kita hampir seharian rapat mengenai perang dagang itu. Kita sudah sampaikan ke menteri agar detail, per produk itu kita ketahui. Strategi untuk keluar dari masalah itu harus detail juga. Misalnya tekstil, kalau nanti betul-betul ada masalah, larinya ke pasar mana yang kira-kira bisa kita intervensi. Jumlahnya berapa, kuantitinya berapa....

Kemudian kalau ada serbuan barang yang dulu masuk ke Amerika tidak bisa karena diberi tarif tinggi lalu masuk ke Indonesia, strateginya apa. Kemarin belum selesai karena saya betul-betul minta detail, apa saja yang diberi insentif, dihambat dengan tarif pengurangan pajak, pemberian tax holiday untuk investasi yang membangun substitusi barang-barang impor.

Kalau pekerjaan ini betul-betul dikerjakan, tidak makro tapi satu per satu produk itu ditelusuri, saya kira pemecahannya lebih mudah.


Lobinya seperti apa, bargaining-nya seperti apa. Karena mereka juga meminta beberapa hal, misalnya soal payment gateway, oh Indonesia seperti ini harusnya kan biasalah. Saya kira lobi juga. Kalau ini siap, kita akan mengirim tim ke sana.

Ini akan kelihatan pada 4-6 bulan yang akan datang karena kan juga bukan sesuatu yang gampang. Ini semua negara mengalami, terutama negara yang defisit dengan AS. Kita di urutan 16, ya kita masuk dalam list.

Berarti tetap akan meminta perlakukan khusus?
Kepenginnya kita seperti itu, tapi yang namanya lobi kan harus take and give.

Soal pelemahan rupiah sudah mendekati angka psikologi Rp 15 ribu?
Ya kembali lagi ini persoalan ekonomi global. Ini persoalan semua negara. Ya coba bandingkan saja pelemahan kita dalam enam bulan ini dibanding negara lain. Saya kira kita masih di posisi yang baik. kalau kita sendiri yang lain menguat.. ya dibandingkan saja.

Persoalan ketidakpastian ekonomi global ini dialami semua negara. Kita tak perlu khawatir, tapi pemerintah BI dan OJK berusaha menstabilkan, kemudian memberikan intensif-insentif kemudian orang tertarik untuk uangnya dimasukkan ke Indonesia, ada capital inflow dan itu saya kira akan memberikan penguatan dan kemudian kita akan memberikan kemudahan-kemudahan investasi sehingga foreign direct investment (FDI) juga agak menjadi naik. Saya kira usaha-usaha seperti itu dan semua negara mengalami dan melakukan hal yang sama. Tapi selalu saya sampaikan kepada menteri agar kita ini satu langkah di depan negara negara lain. Misalnya tax holiday, negara lain ngasih 20, kita kasih 30, apalagi barang untuk substitusi impor yang lain ngasih 30, kita kasih 50.

Wong kalau ndak kita kasih orang nggak masuk kemudian kita kasih orang masuk tapi kita kehilangan pajak-pajak tertentu tapi nggak kehilangan PPH pribadinya, PPh pribadi juga masih dapat. yang ditunda kan Pph badan kemudian tenaga kerja juga kita dapat kemudian neraca perdagangan kalau lintasnya ekspor kita dapat perbaikan neraca perdagangan. Saya kira kalau kita tak berani memberikan apa elemen surprise, ndak akan dilirik.



(erd/jat)
FOKUS BERITA: Wawancara Khusus Jokowi
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed