detikNews
2018/07/13 13:44:54 WIB

Wawancara Eksklusif Jokowi

Blak-blakan Jokowi soal Cawapres hingga Perang Dagang AS

Erwin Dariyanto - detikNews
Halaman 5 dari 5
Blak-blakan Jokowi soal Cawapres hingga Perang Dagang AS Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam sesi wawancara khusus dengan detikcom, Rabu (11/7/2018) (Foto: Andhika Prasetia/detikcom)


Terkait ancaman perang dagang dengan Amerika, apa saja antisipasi pemerintah?
Yang pertama kemarin kita hampir seharian rapat mengenai perang dagang itu. Kita sudah sampaikan ke menteri agar detail, per produk itu kita ketahui. Strategi untuk keluar dari masalah itu harus detail juga. Misalnya tekstil, kalau nanti betul-betul ada masalah, larinya ke pasar mana yang kira-kira bisa kita intervensi. Jumlahnya berapa, kuantitinya berapa....

Kemudian kalau ada serbuan barang yang dulu masuk ke Amerika tidak bisa karena diberi tarif tinggi lalu masuk ke Indonesia, strateginya apa. Kemarin belum selesai karena saya betul-betul minta detail, apa saja yang diberi insentif, dihambat dengan tarif pengurangan pajak, pemberian tax holiday untuk investasi yang membangun substitusi barang-barang impor.

Kalau pekerjaan ini betul-betul dikerjakan, tidak makro tapi satu per satu produk itu ditelusuri, saya kira pemecahannya lebih mudah.


Lobinya seperti apa, bargaining-nya seperti apa. Karena mereka juga meminta beberapa hal, misalnya soal payment gateway, oh Indonesia seperti ini harusnya kan biasalah. Saya kira lobi juga. Kalau ini siap, kita akan mengirim tim ke sana.

Ini akan kelihatan pada 4-6 bulan yang akan datang karena kan juga bukan sesuatu yang gampang. Ini semua negara mengalami, terutama negara yang defisit dengan AS. Kita di urutan 16, ya kita masuk dalam list.

Berarti tetap akan meminta perlakukan khusus?
Kepenginnya kita seperti itu, tapi yang namanya lobi kan harus take and give.

Soal pelemahan rupiah sudah mendekati angka psikologi Rp 15 ribu?
Ya kembali lagi ini persoalan ekonomi global. Ini persoalan semua negara. Ya coba bandingkan saja pelemahan kita dalam enam bulan ini dibanding negara lain. Saya kira kita masih di posisi yang baik. kalau kita sendiri yang lain menguat.. ya dibandingkan saja.

Persoalan ketidakpastian ekonomi global ini dialami semua negara. Kita tak perlu khawatir, tapi pemerintah BI dan OJK berusaha menstabilkan, kemudian memberikan intensif-insentif kemudian orang tertarik untuk uangnya dimasukkan ke Indonesia, ada capital inflow dan itu saya kira akan memberikan penguatan dan kemudian kita akan memberikan kemudahan-kemudahan investasi sehingga foreign direct investment (FDI) juga agak menjadi naik. Saya kira usaha-usaha seperti itu dan semua negara mengalami dan melakukan hal yang sama. Tapi selalu saya sampaikan kepada menteri agar kita ini satu langkah di depan negara negara lain. Misalnya tax holiday, negara lain ngasih 20, kita kasih 30, apalagi barang untuk substitusi impor yang lain ngasih 30, kita kasih 50.

Wong kalau ndak kita kasih orang nggak masuk kemudian kita kasih orang masuk tapi kita kehilangan pajak-pajak tertentu tapi nggak kehilangan PPH pribadinya, PPh pribadi juga masih dapat. yang ditunda kan Pph badan kemudian tenaga kerja juga kita dapat kemudian neraca perdagangan kalau lintasnya ekspor kita dapat perbaikan neraca perdagangan. Saya kira kalau kita tak berani memberikan apa elemen surprise, ndak akan dilirik.



(erd/jat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed