detikNews
2018/07/13 13:44:54 WIB

Wawancara Eksklusif Jokowi

Blak-blakan Jokowi soal Cawapres hingga Perang Dagang AS

Erwin Dariyanto - detikNews
Halaman 3 dari 5
Blak-blakan Jokowi soal Cawapres hingga Perang Dagang AS Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam sesi wawancara khusus dengan detikcom, Rabu (11/7/2018) (Foto: Andhika Prasetia/detikcom)

Bapak menargetkan berapa kepada kontingen nasional kita?
Ya saya minta masuk 10 besar, syukur-syukur bisa 8 besar. Dulu kan ranking 15 (maksudnya 17). Sepakbola ya masuk 16 besar, syukur bisa ke final. Jadi mesti ada target-target. Kita ingin semua cabang bisa menyumbangkan medali emas, perak, atau perunggu.

Akan mengundang pemimpin Korea Utara dan Korea Selatan di pembukaan Asian Games nanti?
Kita masih berusaha, tapi jawaban pastinya masih menunggu. Kita berharap itu karena ini kan menjadi brand, olahraga itu sebagai ajang diplomasi, persahabatan, persaudaraan kita.

Mengutus Ibu Mega untuk ke Korea Utara?
Ibu Menlu.

Di tengah persiapan Asian Games, jelang 10 Agustus ada pendaftaran cawapres. Bagaimana Bapak membagi semua itu?
Biasa saja, saya bisa main dengan Ethes (cucu), masih bisa ke mana. Biasa saja. Perhelatan semua, asal disiapkan, asal direncanakan, diorganisasikan, pelaksanaannya akan baik.



Jadi siapa nama cawapres yang sedang digodok?
Kalau menggodok itu kan perlu api, perlu air, ya sudah kita mulai lama. Kita kan sudah yang namanya survei, kan banyak, itu kan bisa kita baca yang keluar namanya siapa, bisa kita lihat. Perlu ditindaklanjuti yang cocok yang nama, yang sreg yang mana.

Tadi malam beredar duet Jokowi-Moeldoko?
Ya semuanya ada. Ada JOIN (Jokowi-Muhaimin), ada Sejoly (Jokowi-Jimly), ada Joy (Jokowi-Yusuf Mansur), ada Jokowi-TGB, Jokow-Airlangga, Jokowi-Mahfud MD.

Jadi Bapak akan pilih yang mana?
Ya tadi kan digodok, biar matang dulu. Nanti kan kelihatan kalau sudah matang.

Kapan?
Begitu matang, akan diumumkan.

Kalau tidak sebut nama, kriteria dan modelnya akan seperti apa. Pakai konsep Jawa-luar Jawa?
Idealnya seperti itu, idealnya juga kombinasi sipil-militer, nasionalis religius, laki-perempuan juga bisa. Nanti ditunggu tanggalnya saja, yang sabar. Yang jelas nama sudah di kantong saya.

Bapak mempertimbangkan tantangan ke depan, misalnya soal pembangunan ekonomi atau sekadar memenangi pilpres?
Ya semua saya kira diperlukan. Tapi misalnya ekonomi kan bisa diperkuat dari menkonya, menterinya. Ya tapi kenapa tidak sisi ekonomi diperkuat lagi. Ini kan masalah ekonomi, semua negara ini kan pusing. Semua memerlukan sebuah treatment, perlakuan yang beda karena memang ketidakpastian ini. Menebaknya sulit, memprediksi sulit, tidak ada resep standar baku karena memang sekarang ini banyak yang keluar dari standar-standar.

Kalau selama empat tahun bersama Pak Jusuf Kalla (JK), apa catatan yang dapat disampaikan?
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed