detikNews
2018/07/13 13:44:54 WIB

Wawancara Eksklusif Jokowi

Blak-blakan Jokowi soal Cawapres hingga Perang Dagang AS

Erwin Dariyanto - detikNews
Halaman 2 dari 5
Blak-blakan Jokowi soal Cawapres hingga Perang Dagang AS Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam sesi wawancara khusus dengan detikcom, Rabu (11/7/2018) (Foto: Andhika Prasetia/detikcom)

Begitu hitung cepat diumumkan, sejumlah jago PDIP kalah. Para pengamat bilang ini tetap Jokowi yang menang?
(Tersenyum). Kalau perhatian utama saya yang paling penting pilkada serentak adalah soal kerukunan, soal persaudaraan, yang ada di masyarakat, bukan soal kuat-kuatan politik, bukan soal menang dan kalah.

Setiap saya ke daerah, selalu saya ingatkan kepada masyarakat mengenai perasaan saudara sebangsa dan setanah air. Jangan sampai karena pilihan bupati, wali kota, gubernur, lantas tidak saling tegur antarteman, antartetangga, antarkampung. Saya selalu ingatkan rugi besar kalau kita orientasinya seperti itu. Jadi sekali lagi namanya beda politik itu sah-sah saja. Yang penting kita bersatu sesama anak bangsa.

Merujuk hasilnya, Ada juga analisis Bapak bermain dua kaki antara figur yang didukung PDIP pribadi Pak Jokowi?
Yang namanya strategi politik itu kan bermacam macem. Tapi itu bukan strategi saya.

Beberapa calon kepala daerah yang menang hitung cepat mengaku ditelepon Bapak. Itu memang para jagoan Pak Jokowi ?
Ya wong namanya sudah menang, namanya ini jauh ya saya ucapkan selamat. Ke seluruh yang menang saya ucapkan selamat, semuanya 100 persen. Ditanya siapa yang belum....

Karena apa pun ini sebuah perjalanan yang berat, dalam kampanye saya merasakan. Ndak apa-apa, mengucapkan selamat saja kok ndak boleh. Kewajiban kita memberikan ucapan selamat, kepada semuanya.

Hajatan besar berikutnya adalah Asian games. Tapi gaungnya kok masih dirasakan kurang gegap gempita, ya?
Promosi sudah dilakukan, sosialisasi sudah dilakukan. Tapi, pertama berbenturan dengan Piala Dunia, benturan lagi dengan pilkada. Setelah pilkada urusan pilpres, cawapresnya siapa. (Padahal) kita mau masuk fokus Asian Games ini kok.



Untuk Infrastruktur seperti apa persiapannya?
Pagi tadi kita cek persiapannya, saya kira 99 persen. Tinggal kayak di Senayan tadi saya lihat untuk parkir mobil akhir bulan ini selesai. Jalan Sudirman akhir bulan ini selesai. Saya sudah perintahkan kepada Menteri PU, Gubernur DKI untuk menyelesaikan di akhir bulan ini. Saya ikuti terus, kok. Jangan dikira saya tidak ikuti.

Untuk theme song, banyak yang memuji karena memilih penyanyi dan genre musik dangdut?
Ya, ini kan kita ingin menguatkan karakter, menguatkan identitas, ada diferensiasinya dengan negara lain. Saya kira hal-hal seperti ini ya memang harus dimulai. Kalau kita ndak mau memulai, saya kira ya pembedanya apa, diferensiasinya apa antara Asian Games sekarang dengan sebelumnya, antara Asian Games di negara lain dan Indonesia apa. Bedanya salah satunya itu.



Itu Pak Jokowi yang minta?
Itu kan ada tim besarnya. Saya hanya (bilang) bagusss....

Kalau dari sisi keamanan, seperti apa antisipasinya?
Saya selalu sampaikan untuk direncanakan yang detail, disiapkan yang detail, sehingga dalam pelaksanaannya di semua titik betul-betul ada pada keadaan yang aman. Kita bekerja keras untuk menuju ke sana dan saya lihat juga persepsi dari para peserta cukup bagus.

Bapak menargetkan berapa kepada kontingen nasional kita?

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed