DetikNews
Kamis 12 Juli 2018, 16:09 WIB

Meragukan Pemikiran Harun Yahya

Aryo Bhawono - detikNews
Meragukan Pemikiran Harun Yahya Harun Yahya (Grafis: Zaki Alfarabi)
FOKUS BERITA: Harun Yahya Ditangkap
Jakarta -

Pemikiran dan karya Harun Yahya dianggap tak memenuhi kaidah ilmiah. Teori kreasionis yang dikeluarkan untuk menentang teori evolusi Darwin tak memiliki dasar ilmiah. Namun para penentangnya tak pernah lepas dari cemooh pengikut Harun Yahya.

Cemoohan ini pernah dirasakan koordinator Jaringan Islam Liberal (JIL), Ulil Abshar Abdalla, ketika berkicau melalui akun twitternya, @ulil, pada 2015 lalu. Ulil menyebutkan Harun Yahya merupakan satu dari deretan penulis yang tak layak dijadikan rujukan.

"Zakir Naik, Ahmad Deedat, Harun Yahya -- semuanya sama: Apolog2 Islam dan pseudo-scientist yg kurang layak dijadikan rujukan," kicaunya.

Ini dia video 'Harun Yahya dan Kontroversi Perempuan 'kittens'! Tonton selengkapnya di 20Detik:

[Gambas:Video 20detik]

Pernyataan ini menuai banyak reaksi, beberapa diantaranya berkata sangat sengit terhadap Ulil yang dianggap bicara sembarangan. Apalagi kala itu, nama Zakir Naik tengah mengemuka. Sedangkan nama Harun Yahya sudah banyak dikenal karena buku dan rekaman ceramah dalam bentuk cd sudah beredar sejak lama.

Tak hanya Ulil yang mempertanyakan teori kreasionis Harun Yahya. Algazali, menulis kolom di website JIL mengenai rancunya teori kreasionis. Ia menyebutkan isi dari berbagai seri buku Harun Yahya untuk menentang teori Darwin, lebih banyak sekedar mengaitkan klaim fakta dengan ayat Al Qur'an.

Rangkaian karya ini berhasil menarik perhatian beberapa pembaca. Namun kecacatan ilmiah tak hilang. Makanya buku Harun Yahya tak lebih dari campur aduk teori ilmiah dengan ayat kitab suci.

"Hasilnya, jelas, apa yang mereka uraikan jauh dari kualifikasi pengetahuan ilmiah, bahkan tidak jarang menjadi bahan olok-olokan," tulis Algazali.

Skandal dan kontroversi Harun YahyaSkandal dan kontroversi Harun Yahya Foto: Zaki Alfarabi

Kolumnis Ali Eteraz di The Guardian pada Agustus 2007 menyebutkan bahwa Harun Yahya alias Adnan Oktar, sudah mulai mengibarkan kreasionisme sejak 1990 dengan mendirikan Bilim Arastırma Vakfı (BAV/ Yayasan Penelitian Sains).

Namun sepak terjang lembaga ini sangat buruk. Mereka menyerang dan mengancam akademisi Turki yang mengajarkan teori Darwin. Beberapa orang diantara akademisi tersebut bahkan disebut sebagai Maois (pengikut Mao).

Kelompok BAV ini-pun harus menerima kekalahan dalam gugatan perdata di pengadilan yang diajukan oleh enam profesor. Mereka harus membayar ganti rugi pencemaran nama baik untuk masing-masing akademisi sebesar 4.000 Dollar AS.

Meragukan Pemikiran Harun Yahya


(jat/jat)
FOKUS BERITA: Harun Yahya Ditangkap
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed