Wapres JK Tinjau Penanganan Stunting di Lombok Barat

ADVERTISEMENT

Wapres JK Tinjau Penanganan Stunting di Lombok Barat

Noval Dhwinuari Antony - detikNews
Kamis, 05 Jul 2018 09:35 WIB
Foto: Wapres JK bertolak ke Lombok meninjau penanganan stunting( dok. Setwapres RI)
Jakarta - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) pagi ini bertolak ke Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), untuk meninjau langsung program penanganan stunting (kekerdilan anak) di wilayah tersebut. Menurut JK, stunting dapat menghambat program pembangunan.

JK dan Presiden World Bank Jim Yong Kim hadir di Lombok Barat, NTB, Kamis (5/7/2018). Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Kesehatan Nila F Moeloek, dan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadi Muljono, serta Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo juga turut hadir dalam kegiatan tersebut.


Setibanya di Lombok, JK langsung disambut oleh Gubernur Nusa Tenggara Barat TGH M. Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) dan anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat. JK dan rombongan kemudian menuju Desa Dakung, Kecamatan Praya Tengah, Kabupaten Lombok Barat, NTB untuk menghadiri Forum Pertemuan Desa Untuk Pencegahan Stunting.

Penanganan stunting merupakan komitmen pemerintah untuk menangani masalah anak kerdil (stunting). Menurut data Riskesdas 2013 Kemenkes, ada sekitar 37% atau kurang lebih 9 juta anak balita di Indonesia mengalami masalah stunting. Untuk itu diperlukan penangannya secara cepat dan tepat.


"Ini membahayakan jangka panjang. Di samping berakibat pada bangsa secara keseluruhan, berakibat untuk ibu-ibu," ucap JK saat menjadi pembicara pada Widyakarya Nasional, Pangan dan Gizi (WNPG) XI, di Birawa Assembly Hall, Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Selasa, (3/7) lalu.

Saat ini, Indonesia merupakan salah satu negara dengan prevalensi stunting yang cukup tinggi, dibandingkan dengan negara-negara berpendapatan menengah lainnya. Prevalensi stunting di Indonesia masuk dalam kelompok tinggi, bersama negara-negara Afrika dan Asia Selatan.

(nvl/ams)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT