Ditahan KPK, Bupati Bandung Barat Bisa Ikut Nyoblos Saat Pilkada

Haris Fadhil - detikNews
Kamis, 28 Jun 2018 13:41 WIB
Bupati Bandung Barat nonaktif Abu Bakar yang dijerat KPK (Foto: Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Bupati Bandung Barat nonaktif Abu Bakar rupanya sempat menggunakan hak pilihnya di Lembang, 27 Juni kemarin. Padahal, saat ini status Abu Bakar masih sebagai tahanan KPK.

Menurut Kabiro Humas KPK Febri Diansyah, Abu Bakar sebelumnya sudah mengajukan izin untuk berobat sekaligus menggunakan hak pilihnya. Izin tersebut disetujui KPK.

"Tersangka meminta izin untuk melakukan pemungutan suara di daerahnya sekaligus berobat," kata Febri kepada detikcom, Kamis (28/6/2018).

Abu Bakar ditahan di rumah tahanan (rutan) Pomdam Jaya Guntur. Sedangkan, Abu Bakar menggunakan hak pilihnya di Lembang, Jawa Barat.


Para tahanan KPK memang tidak mendapatkan fasilitas dari KPU untuk menggunakan hak pilihnya. KPK pun tidak berwenang untuk memberikan fasilitas pemilihan tersebut. Namun untuk Abu Bakar, menurut Febri, sudah ada izin sebelumnya. Sedangkan, para tahanan lain, menurut Febri, tidak ada yang mengajukan izin.

"Informasi dari rutan, hanya 1 orang yang meminta izin. Iya (tahanan lain tidak ada yang mengajukan izin)," ucap Febri.

Dalam perkara ini, Abu Bakar Abu Bakar diduga menerima suap Rp 435 juta untuk keperluan kampanye istrinya, Elin Suharliah, yang mengikuti Pilkada Bandung Barat. Uang itu diduga diminta Abu Bakar kepada sejumlah kepala dinas di wilayahnya dalam kurun waktu Januari hingga April 2018.

Selain Abu Bakar dan Adiyoto, ada 2 tersangka lainnya yaitu Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bandung Barat Weti Lembanawati dan Kepala Badan Kepegawaian Kabupaten Bandung Barat Asep Hikayat. Khusus untuk Asep, KPK memberi sangkaan padanya sebagai pemberi suap, sedangkan 3 sisanya adalah penerima suap. (haf/dhn)