DetikNews
Rabu 20 Juni 2018, 07:37 WIB

Demokrat Nilai Klaim Sandiaga soal Pesan SBY Bisa Merugikan

Haris Fadhil - detikNews
Demokrat Nilai Klaim Sandiaga soal Pesan SBY Bisa Merugikan Pertemuan Sandiaga dengan SBY dan keluarga (Foto: Instagram Sandiaga Uno)
Jakarta - Partai Demokrat menilai pernyataan Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra Sandiaga Uno soal pesan dari Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) bisa merugikan pihak mereka. Pasalnya, hingga saat ini Demokrat belum menentukan arah koalisi di Pilpres 2019.

"Ada statement dari Bapak Sandiaga Uno itu yang kemarin itu sebenarnya merugikan Partai Demokrat, karena Partai Demokrat sendiri belum memutuskan. Kita masih cair masih terbuka, jadi tidak ada dalam keputusan untuk 'berkoalisi' apa yang disebutkan Bapak Sandiaga Uno itu. Tentu kita ingin selalu berkomunikasi dengan siapa pun," kata Deputi VII Media Kogasma Partai Demokrat Putu Rudana Supadma kepada detikcom, Selasa (19/6/2018) malam.

"Partai Demokrat pada prinsipnya kita kan belum memutuskan untuk berkoalisi dengan poros mana pun. Kita masih buka diri untuk dialog, komunikasi, dan akhirnya menemukan visi dan misi yang sama dan niatannya berjuang dan memberikan kontribusi yang maksimal untuk rakyat. Makanya, kita sebut namanya dengan koalisi kerakyatan," sambungnya.


Putu sendiri enggan menilai maksud pernyataan Sandiaga soal pesan dari SBY. Ia hanya mengatakan, dengan adanya klarifikasi dari Sandiaga, terlihat bahwa pesan dari SBY yang sempat diutarakan Sandi tak pernah ada.

"Dengan klarifikasi dari Bang Sandi tadi justru kan semuanya jadi lebih jelas bahwa tidak ada hal itu. Yang ada justru yang dilakukan Pak SBY menerima siapa pun 3 hari kemarin itu untuk bersilaturahmi dalam rangka halalbihalal Idul Fitri. Ini harus dibedakan mana yang konteks sifatnya pribadi, yakni silaturahmi, dan mana untuk politik. Pembicaraan pembahasan politik belum pernah ada antara Gerindra dengan Demokrat, justru prematur apa yang disampaikan Bang Sandi itu dan justru sepihak," ujarnya.

Sebelumnya, Sandi mengatakan SBY sempat menitipkan pesan lewat AHY bahwa ada kemungkinan Demokrat merapat ke Gerindra dalam Pilpres 2019. Sandi juga mengatakan akan ada pertemuan lanjutan dengan AHY.

"Saya ketemu juga dengan AHY selama 3 hari ini, memang Pak SBY bertitip pesan insyaallah kita bersama-sama di 2019 ini," kata Sandi di sebuah restoran di Jakarta Timur, Senin (18/6).


Klaim Sandiaga ini dibantah oleh Partai Demokrat. AHY menyayangkan pernyataan Sandiaga tersebut. AHY selama ini masih menjajaki kesamaan visi dan misi dengan berbagai partai politik.

"Tidak benar ada titipan pesan dari Pak SBY (Ketum Partai Demokrat) yang disampaikan melalui Mas AHY (Komandan Kogasma Partai Demokrat)," kata Putu Rudana dalam keterangannya.

Dibantah Demokrat, Sandi kemudian memberi penjelasan. Dia mengaku kini tidak mau masuk ke polemik yang berawal dari klaimnya ini. Dia merasa pesan yang disampaikan SBY adalah suatu ajakan yang simpatik.

"Saya tangkapnya itu satu ajakan yang sangat simpatik ya. Bahwa bapak bangsa kita memikirkan di atas politik, above politics, above partitionship. Ini bukan tentang siapa partainya atau siapa afiliasinya, tapi mari sama-sama kita memikirkan bangsa kita, memajukan bangsa kita," kata Sandiaga.



Saksikan juga video 'Tanggapan Sandi Terkait Sanggahan Demokrat soal SBY':

[Gambas:Video 20detik]


(haf/haf)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed