"Populasi dan ukuran ekonomi Indonesia mewakili 40 persen dari ASEAN. Karena itu, stabilitas domestiknya akan mempengaruhi kawasan. Untungnya, stabilitas politik dan ekonomi kita sangat kuat," kata JK saat memberikan materi di konferensi Future of Asia, Tokyo, Jepang, Selasa (12/6/2018).
JK mengatakan, sejak Reformasi 1998, kondisi politik di Indonesia dalam situasi yang stabil. Proses demokrasi melalui Pilkada atau Pemilu juga berlangsung dengan damai dan sukses
PARALLAX IN DETAIL
300x250
300x250
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendati kehidupan politik di Indonesia yang stabil, JK tak menampik aksi terorisme yang beberapa kali terjadi turut berpengaruh. Namun hal itu menjadi pelajaran agar Indonesia terus bersiap mengantisipasi dalam segala bentuk teror.
"Aksi terorisme yang meningkat dan sporadis di dunia telah mempengaruhi Indonesia juga. Beberapa serangan teroris terjadi baru-baru ini. Namun, dengan tindakan cepat, pihak berwenang Indonesia dapat menangani mereka dengan baik," kata JK.
"Kami meningkatkan kemampuan intelijen kami. Selain itu, kami membuat beberapa revisi yang perlu pada aturan hukum untuk memungkinkan tindakan yang lebih proaktif dan preventif. Kami juga mendidik masyarakat untuk berpartisipasi dalam upaya pencegahan dan tindakan pencegahan," imbuhnya.
Di hadapan peserta konferensi, JK juga memaparkan sejumlah program subsidi pemerintah bagi masyarakat. Mulai dari program sosial, kesehatan hingga pendidikan. Menurutnya program tersebut penting untuk mempertahankan persatuan dan stabilitas bangsa
"Sebagai bangsa yang beraneka ragam, kami percaya akan pentingnya kemakmuran bersama untuk mempertahankan rasa persatuan dan stabilitas politik. Akibatnya, selama tiga tahun terakhir Indonesia telah mampu mengurangi ketimpangan pendapatan, tingkat kemiskinan dan tingkat pengangguran. Namun, kita perlu bekerja lebih keras untuk mempersempit kesenjangan dengan negara tetangga kita," papar JK.
(nkn/dkp)
