DetikNews
Senin 28 Mei 2018, 22:06 WIB

Diklaim Ikut Sekber Gerindra-PKS, PAN: Jangan Merasa Lebih Tahu Kami!

Ray Jordan - detikNews
Diklaim Ikut Sekber Gerindra-PKS, PAN: Jangan Merasa Lebih Tahu Kami! M Taufik jadi Ketua Umum Sekber Gerindra-PKS-PAN (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta - Anggota Badan Komunikasi Sekretariat Bersama (Sekber) Gerindra-PKS Andre Rosiade mengatakan bergabungnya PAN ke Sekber tersebut atas persetujuan Sekretaris Jenderal PAN Eddy Soeparno. Wasekjen PAN Faldo Maldini membantah pernyataan Andre tersebut.

Faldo mengatakan Sekretaris Jendral PAN Eddy Soeparno tidak pernah menyatakan perintah untuk bergabung dengan Sekber. Faldo juga menegaskan arah koalisi sepenuhnya merupakan wewenang Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan.

"Berdasarkan komunikasi dengan Sekjen, tidak pernah ada persetujuan yang diberikan. Apalagi keputusan bergabung dengan Sekber yang mendukung Prabowo adalah wewenang Ketua Umum. Mungkin Bung Andre Rosiade merasa mengenal PAN lebih baik dari Sekjen PAN sendiri. Kami apresiasi itu," kata Faldo dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Senin (28/5/2018).

Sementara itu, Eddy juga membantah klaim sepihak Andre Rosiade, yang menyatakan bergabungnya PAN ke dalam Sekber yang digawangi oleh Ketua DPD DKI Jakarta Gerindra M Taufik tersebut. Bahkan Eddy sempat kaget dengan pernyataan Andre tersebut.

"Ya, kita sesungguhnya juga kaget mendengar adanya pernyataan tersebut. Karena pertama, kita sebagai partai belum menentukan arah dan sikap politik kita untuk Pilpres 2019," ujar Eddy.

Eddy mengaku partainya masih membuka berbagai alternatif kandidat presiden. Dia juga berasumsi partai-partai lain pun masih dapat mengubah arah dukungannya.

"Semua opsi terbuka, dengan Pak Prabowo terbuka, dengan tokoh-tokoh lain terbuka. Pak Gatot terbuka, politiknya masih sangat cair. PKB sudah menentukan cawapres. Demokrat juga belum, PKS juga sebelum keputusan formal kita masih bisa berasumsi PKS bisa menentukan capres di luar dugaan," kata Eddy.

Sebelumnya, Andre Rosiade menanggapi protes Faldo atas dimasukkannya partai tersebut ke dalam Sekber. Andre mengaku memasukkan PAN ke dalam Sekber itu atas persetujuan Sekjen PAN Eddy Soeparno.

"Kami masukin PAN ke Sekber berdasarkan komunikasi Bang Sandi (Wakil Ketua Dewan Pembina Gerindra Sandiaga Uno) dan Bang Taufik (Ketua DPD Gerindra DKI M Taufik) dengan Mas Eddy Soeparno (Sekjen PAN)," ujar Andre saat dimintai konfirmasi, Senin (28/5/2018).

Menurut Andre, Eddy menyetujui bergabungnya PAN ke Sekber Gerindra-PKS. Persetujuan itu membuat Gerindra memasukkan logo PAN ke Sekber.

"Bang Taufik memberikan info kepada saya bahwa Mas Eddy Soeparno sudah setuju bergabung dengan Sekber. Makanya logo PAN dipasang di Sekber meski sikap resmi PAN baru akan ditentukan dalam rakernas Juni ini," ucap Andre.

"Mungkin Saudara Faldo belum mendapat informasi dari pimpinannya," imbuh dia.

Sekber Gerindra-PKS-PAN telah dideklarasikan. Namun ternyata PAN memprotes partainya diseret-seret dalam Sekber tersebut.

Faldo menyampaikan protes tersebut. Dia menepis pernyataan Andre Rosiade soal Sekber Gerindra-PKS-PAN.

"PAN belum ada sikap resmi bergabung ke mana-mana. Saya harap Andre Rosiade jangan gampang main klaim. Kader kami semuanya sedang berfokus merapatkan barisan untuk menjaring pikiran rakyat, untuk diperjuangkan, dibanding main sekber-sekberan. Pilpres itu pasti lima tahunan, jadi pasti PAN memutuskan pada waktunya," katanya.
(jor/rvk)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed