DetikNews
Kamis 24 Mei 2018, 12:26 WIB

Ingin JK Nyapres, PSBM: Kalau Mahathir Bisa, Masak Pak JK Tidak?

Noval Dhwinuari Antony - detikNews
Ingin JK Nyapres, PSBM: Kalau Mahathir Bisa, Masak Pak JK Tidak? Persaudaraan Bugis Makassar (PSBM) bertemu Wapres Jusuf Kalla, Kamis (24/5/2018) Foto: Noval Dhwinuari Antony/detikcom
Jakarta - Ketua Persaudaraan Bugis Makassar (PSBM) Andi Rukman N. Karumpa berharap Jusuf Kalla maju ke kontestasi Pilpres 2019. Andi menyamakan JK dengan Mahathir Mohamad, yang baru terpilih sebagai PM Malaysia.

Hal ini diungkapkan Rukman setelah menemui Wapres JK di kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Kamis (24/5/2018). Rukman bertemu dengan JK terkait kegiatan PSBM dan rencana buka puasa bersama Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS).

"Tidak ada obrolan (khusus), cuma kami selaku orang Bugis berharap beliau masih diberi kesehatan kemampuan untuk memimpin negeri ini. Kalau Mahathir saja bisa, masak Pak JK nggak bisa," kata Rukman usai menemui JK.



Rukman menyebut pernyataannya tersebut sebagai pribadi pengusaha Bugis-Makassar. Dia menyebut masyarakat Bugis juga menginginkan JK menjadi presiden.

"Tapi jangan wapres lagi, kalau keinginan orang Bugis kepingin beliau jadi presiden, ini saya selaku pengusaha, selaku orang Bugis menginginkan sosok Pak JK itu menjadi pemimpin negeri. Ini pribadi ya, bukan (sebagai) KKSS," ujarnya.

Rukman juga mengatakan tidak jadi masalah jika mayoritas bangsa Indonesia menginginkan JK kembali mendampingi Joko Widodo di Pilpres 2019.

"Ya Pak JK kan sudah tidak mau, tapi kalau rakyat menginginkan konstitusi sudah mengizinkan ya silakan (mendampingi Jokowi). Tapi kalau kita ngapain jadi nomor 2, jadi presiden saja sekalian, ini pribadi Ketua PSBM, selaku pengusaha," ungkapnya.

Rukman mengatakan tidak ada obrolan politik antara pihaknya dan JK dalam pertemuan di kantor Wapres. JK juga meminta para pengusaha, khususnya pengusaha Bugis, terus menggeluti dunia usaha dan tidak cepat terjun ke politik.

"Teman-teman pengusaha geluti usaha, jangan terlalu cepat terjun ke politik, teman-teman pengusaha jangan ikuti terlibat membiayai para caleg-caleg itu, jadi fokus ke bisnis. Karena kalau semua masuk ke politik, maka pelaku-pelaku usaha ini akan mulai hilang, tetap saudagar ya saudagar," ucap Rukman, menirukan pesan JK.

Sementara itu, anggota Komisi V DPR, yang juga Sekretaris Jenderal (Sekjend) KKSS, Ibnu Munzir mengatakan pertemuan dengan JK terkait audiensi acara buka puasa bersama.

"Baru saja kami audiensi dengan Pak Wapres terkait dengan 2 kegiatan KKSS, yang pertama buka puasa bersama sambil dibarengi bazar juga pemberian santunan anak yatim," jelasnya.

"Kegiatan kedua kami adalah rencana kami untuk melakukan pertemuan saudagar Bugis-Makassar, itu kegiatan tahunan yang kali ini ke-18 kami buat di Makassar. Dan untuk teknis dan detail dijelasin ketua panitia Pak Andi. Itu insyaallah dilaksanakan sekitar tanggal 24 pembukaannya di Makassar. Sementara untuk buka puasa itu kita akan laksanakan lusa, hari Sabtu bertempat di Kemensos dan kegiatannya akan dihadiri oleh beliau," lanjutnya.
(nvl/fdn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed