DetikNews
Kamis 24 Mei 2018, 11:28 WIB

Akhir Jejak Komplotan Penyelundup Sekuintal Sabu China-Jepara

Andi Saputra - detikNews
Akhir Jejak Komplotan Penyelundup Sekuintal Sabu China-Jepara Foto: Dok. Istimewa
Semarang - Mahkamah Agung (MA) memvonis beragam terhadap para komplotan penyelundupan sabu China-Jepara dalam genset. 3 WNA diadili, 2 WN Pakistan dan satu lagi WN Amerika Serikat.

Kasus tersebut terbongkar setelah tim BNN melakukan penggerebakan di gudang CV Jeparaya di Desa Pekalongan, Kecamatan Batealit, Jepara 27 Januari 2016 lalu. Dari penangkapan itu, aparat mengamankan Mr Khan serta Didi Triono dengan barang bukti 194 genset yang 54 di antaranya disisipi sabu.

Pengembangan dilakukan kemudian ditangkap Faiq dan Kamran di Tanah Abang Jakarta. Sedangkan para WNI yang terlibat ditangkap di Semarang. Atas kasus itu, mereka diadili dalam berkas terpisah.

Salah satunya adalah WN Pakistan, Faiq Akhtar. Pada 15 November 2016, ia dijatuhi hukuman seumur hidup oleh PN Semarang. Vonis itu dikuatkan pada 7 Maret 2017 oleh Pengadilan Tinggi (PT) Semarang.

Faiq mengajukan kasasi dan dikabulkan. "Jaksa tolak, terdakwa tolak perbaikan," demikian lansir panitera MA dalam websitenya, Kamis (24/5/2018).

Duduk sebagai ketua majelis Salman Luthan dengan anggota Margono dan Sumardjiatmo. Mereka menyepakati menghukum Faiq dengan hukuman 20 tahun penjara.

Adapun WN Pakistan, M Riaz alias Mr Khan dihukum mati oleh PN Semarang pada 14 November 2016. Putusan itu dikuatkan PT Semarang dan MA.

Sedangkan WN AS, Kamran Muzaffar Malik alias Philip Rushle dihukum penjara seumur hidup di tingkat pertama dan banding hingga kasasi. Selain tiga WNA di atas, diadili juga 5 WNI dengan vonis beragam.
(asp/idh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed