DetikNews
Rabu 23 Mei 2018, 14:52 WIB

Polisi Tangkap Penyelundup Baby Lobster Senilai Rp 3,7 Miliar

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Polisi Tangkap Penyelundup Baby Lobster Senilai Rp 3,7 Miliar Ilustrasi (dok.detikcom)
Serang - Penyelundupan baby lobster atau benur digagalkan oleh jajaran Polres Serang, Banten. Sebanyak 31 box dengan isi 250 ribu benur senilai Rp 3,7 miliar diamankan saat akan diselundupkan menuju Lampung.

Kapolres Serang Kota AKBP Komarudin mengatakan, 5 kurir ditangkap pada hari ini, Rabu (23/5/2018) pukul 05.00 WIB di Jl Ayip Usman. Saat itu, dua mobi jenis L 300 dengan nomor polisi BE 9432 NM dan BE 9096 DT dicurigai membawa barang ilegal. Saat ditanya, kurir inisial MH dan ST ternyata membawa benur.

Tidak berapa lama, polisi kemudian mengamankan TM pengendara mobil A 1427 AW berisi 6 box benur. SB pengendara Innova A 1038 AK berisi 7 box benur dan AM pengendara mobil A 1412 BB berisi 6 box benur. Dari keterangan kelimanya, benur ini diambil dari wilayah Cisolok, Sukabumi.

"Ada total 31 box yang kami perkirakan ada 250 ribu bibit lobster. Jika harga perekor Rp 15 ribu, maka diperkirakan ini senilai Rp 3,7 miliar," kata Komarudin dalam keterangannya di Kota Serang, Banten.

Ia mengatakan, harga Rp 15 ribu/bibit ini adalah harga yang diambil dari para nelayan. Jika sudah dijual ke pihak luar, maka benur ini bisa sampai Rp 30-40 ribu. Ia menduga, baby lobster ini akan diekspor ke Vietnam.

"Informasi dari para kurir yang ditahan, mereka hanya menerima order untuk dikirim ke Lampung, alamat pun tidak diketahui karena akan dijemput. Makanya, kita akan koordinasi dengan Krimsus Polda Banten dan Polda Lampung," katanya.

Untuk mengelabui penegak hukum, para kurir juga melakukan beberapa kali pemindahan benur. Jadi, setelah dari Sukabumi, di Serang mereka sebetulnya akan memindahkan benur ke mobil lainnya. Tapi, sebelum melakukan pemindahan, mereka terlanjur tertangkap.

"Modusnya ini beberapa kali pemindahan, jadi ada 3 trip dari Cisolok dijemput di Serang, kemudian ke Lampung," ujarnya.

Saat ini, kurir yang ditahan yaitu MH, ST TM, SB, AM masih dalam pemeriksaan kepolisian. Kepolisian juga masih mengembangkan kasus ini termasuk kepada penyalur benur. Apalagi, jual beli benur dilarang dan ilegal.
(bri/asp)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed