detikNews
Jumat 18 Mei 2018, 23:15 WIB

Laporan Dari Istanbul

KTT Menteri OKI Minta PBB Usut Tewasnya Sipil saat Demo Kedubes AS

Noval Dhwinuari Antony - detikNews
KTT Menteri OKI Minta PBB Usut Tewasnya Sipil saat Demo Kedubes AS Bentrokan dalam demo pemindahan Kedubes AS di Israel (Foto: Dok)
Istanbul - Para menteri negara peserta Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) di Istanbul, Turki, menggelar konferensi tingkat menteri, yang membahas pemindahan Kedubes AS di Yerusalem. Para delegasi itu meminta ketegasan PBB untuk menginvestigasi tewasnya warga Palestina saat berunjuk rasa menentang pemindahan Kedubes AS.

"Konferensi tingkat menteri mempersiapkan untuk KTT. Jadi sebetulnya intinya mempersiapkan bahan, final communicate buat para pemimpin untuk disahkan, antara lain tentu adalah ketegasan mengenai dukungan terhadap Palestina," ujar Wakil Menteri Luar Negeri Indonesia AM Fachir di Istanbul, Turki, Jumat (18/5/2018).


"Kemudian meminta PBB, baik Dewan Keamanan maupun Majelis Umum PBB, melakukan langkah-langkah yang tegas, kemudian meminta adanya investigasi terhadap apa yang dilakukan Israel pada 14 Mei," lanjut Fachir.

Menurut Fachir, langkah tegas yang harus dilakukan adalah pelibatan semua masyarakat internasional. Selama ini Dewan Keamanan PBB dinilai selalu gagal. Karena itu, KTT tingkat menteri delegasi negara OKI bersepakat masalah Israel dibawa ke Majelis Umum PBB yang tidak memiliki veto.
KTT Menteri OKI Minta PBB Usut Tewasnya Sipil saat Demo Kedubes ASWakil Menteri Luar Negeri Indonesia AM Fachir (Noval/detikcom)

"Makanya pendekatan ini, mudah-mudahan dengan tekanan-tekanan seperti ini, ada langkah nyata. Dari sisi bantuan, bantuan ke Palestina didukung banyak negara. Ada keinginan banyak negara untuk membantu perjuangan Palestina," jelas Fachir.

KTT menteri delegasi negara anggota OKI diikuti hampir dua pertiga negara anggota OKI. "Azerbaijan, Iran, Kuwait, Yaman, dan lain-lain," sebut Fachir.
(nvl/ams)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed