DetikNews
Selasa 15 Mei 2018, 12:05 WIB

Kemenhub: Hindari Beli Tiket Pesawat di Puncak & Balik Mudik

Niken Widya Yunita - detikNews
Kemenhub: Hindari Beli Tiket Pesawat di Puncak & Balik Mudik llustrasi kaca pesawat (Foto: Thinkstock)
Jakarta - Pemerintah menetapkan menambah cuti libur lebaran menjadi 7 hari. Dirjen Udara Kemenhub meminta penumpang menghindari membeli tiket pesawat saat puncak dan balik mudik.

Dirjen Perhubungan Udara Agus Santoso, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (15/5/2018), mengatakan walaupun kapasitas kursi pesawat yang disediakan maskapai mencukupi, pada puncak mudik dan balik itu bisa saja jumlah kursi yang disediakan tidak mencukupi.

"Untuk itu kami mengimbau masyarakat dapat menghindari puncak-puncak mudik dan balik itu demi mendapat tingkat kenyamanan penerbangan yang maksimal," kata Agus.

Menurut Agus, tahun ini jumlah kursi pesawat yang disediakan untuk domestik 5.996.342 kursi dan internasional 1.212.670 kursi dengan total armada 541 pesawat. Jumlah ini 5 persen lebih banyak dari perkiraan jumlah penumpang yaitu 5.001.286 penumpang domestik dan 869.537 penumpang internasional.



Namun jumlah itu adalah total untuk 16 hari yaitu H-7 hingga H+8. Jika penumpang menumpuk minta terbang di satu hari tertentu, bisa saja penerbangannya habis atau delay panjang karena tidak dapat slot terbang.

Menurut Agus, Ditjen Perhubungan Udara akan selalu memantau jalannya operasional penerbangan selama mudik dan balik libur Lebaran ini dengan seksama sehingga tidak terjadi hal-hal negatif. Termasuk pemantauan yang dilakukan adalah terkait harga tiket pesawat di puncak mudik dan balik sehingga tetap dalam koridor tarif batas atas yang sudah ditetapkan dalam Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 14 tahun 2016 tentang Mekanisme Formulasi Perhitungan dan Penetapan Tarif Batas Atas dan Batas Bawah Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri.

Agus menuturkan, ada 6 hari yang menjadi perkiraan puncak mudik dan balik lebaran sektor udara. Terdiri dari 2 hari sebelum lebaran (mudik) dan 4 hari sesudah lebaran (balik).

Sebelum lebaran, puncak mudik diperkirakan pada Jumat dan Sabtu (8 dan 9 Juni). Sedangkan setelah Lebaran, puncak arus balik diperkirakan pada Selasa dan Rabu (19 dan 20 Juni) serta Sabtu dan Minggu (23-24 Juni).

"Transportasi udara itu kan ciri utamanya kecepatan, jadi orang bisa memilih penerbangan yang 'mepet' dengan hari libur atau hari kerja sehingga liburannya bisa panjang," ujar Agus.

Menurut Agus, untuk mudik, karena liburnya dimulai pada Sabtu (9 Juni), penumpang diperkirakan sudah berangkat pada Jumat sore-malam atau Sabtu pagi. Sedangkan untuk balik, karena selesai cuti pada 20 Juni (Rabu) diperkirakan puncak baliknya sehari sebelumnya (Selasa) hingga Rabu. Sedangkan untuk yang memperpanjang cuti hingga akhir pekan, diperkirakan puncak baliknya pada Sabtu-Minggu (23-24 Juni)," kata Agus.


Terkait perkiraan puncak arus mudik dan balik ini, Agus meminta stakeholder penerbangan untuk siaga dan mengantisipasi penumpukan penumpang dan penerbangan sehingga terhindar dari hal-hal yang membahayakan keselamatan penerbangan dan keamanan serta kenyamanan penumpang pesawat. Pada puncak mudik tersebut, jumlah penumpang dan pesawat yang beroperasi bisa berkali lipat jumlahnya sehingga kapasitas penanganannya juga harus ditambah.

Agus mengimbau semua harus siaga dan bekerja sama dengan baik. Untuk maskapai penerbangan, diharuskan menyiapkan pesawat yang laik terbang dan personel penerbangan maupun yang di darat lebih banyak.

Jika mau menambah penerbangan (extra flight), silakan mengajukan dan kami akan memprosesnya sesuai aturan yang berlaku. Pengelola bandara juga harus menambah personel keamanan dan yang lainnya untuk melayani penumpang.

"Selain itu harus kerjasama kepada pengelola transportasi darat untuk melayani penumpang yang memakai extra flight yang biasanya dini hari atau malam hari. Jika diperlukan memperpanjang waktu operasional, silakan mengajukan pada kami," ucap Agus.

Sementara untuk AirNav sebagai pengelola navigasi penerbangan, diharuskan menambah personel yang bertugas sehingga pelayanannya tetap terjaga pada level tertinggi karena ini berkaitan dengan keselamatan penerbangan. Sedangkan bagi Otoritas Bandar Udara, harus bisa mengkoordinasikan semua stakeholder di daerahnya dengan baik sesuai semboyan 'Mudik Bareng Guyub Rukun'.


(nwy/ega)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed